Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Dampak Pelonggaran Pembatasan

IMF: Pemulihan Ekonomi Tiongkok Bisa Berlangsung Sangat Cepat

Foto : ISTIMEWA

Kepala Ekonom IMF, Gita Gopinath

A   A   A   Pengaturan Font

DAVOS -Tiongkok dapat melihat pemulihan tajam dalam pertumbuhan ekonomi dari kuartal kedua dan seterusnya berdasarkan tren infeksi saat ini setelah pembongkaran sebagian besar pembatasan Covid-19.

"Kami memperkirakan pertumbuhan di Tiongkok akan kembali, pulih kembali," kata Wakil Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), Gita Gopinath, kepada Reuters dalam sebuah wawancara, di Davos, Rabu (18/1).

Berbicara kepada Reuters di sela-sela Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, Gopinath juga menegaskan kembali seruan IMF kepada negara-negara untuk menghindari proteksionisme.

Seperti dikutip dari Antara, Gopinath memuji pembukaan kembali Tiongkok sebagai tanda positif, di samping indikasi siap untuk terlibat kembali dengan dunia.

"Melihat tren infeksi, dan jika terus berlanjut, kita dapat melihat pemulihan yang sangat cepat mulai setelah kuartal pertama tahun ini," kata Gopinath tentang lonjakan infeksi saat ini yang dilihat sebagai "gelombang keluar" terkait dengan pembukaan kembali ekonomi.

Ekonomi Tiongkok tumbuh 3,0 persen pada tahun 2022, salah satu kinerja ekonomi terburuknya dalam hampir setengah abad, terpukul oleh pembatasan Covid-19 yang ketat dan kemerosotan pasar properti.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pertumbuhan Tiongkok pada tahun 2023 sekitar 4,9 persen, dengan beberapa dari mereka baru-baru ini meningkatkan perkiraan menjadi sekitar 5,5 persen.

Tekanan Inflasi Global

Gopinath mengatakan tingkat pertumbuhan "dalam rata-rata 4 persen-plus" kemungkinan akan berarti setiap tekanan inflasi global akan diimbangi oleh perlambatan permintaan di tempat lain.

"Tetapi jika pertumbuhan di Tiongkok datang jauh lebih kuat, yang merupakan kemungkinan maka kita bisa melihat lonjakan harga minyak atau harga energi lainnya," kata Gopinath.

Ditanya tentang pembacaan inflasi Amerika Serikat (AS), baru-baru ini yang menunjukkan pendinginan, Gopinath mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan dengan pasti apakah itu berarti inflasi akan turun kembali ke target Federal Reserve AS sebesar 2,0 persen.

"Jika kita mendapatkan pembacaan yang mirip dengan apa yang kita lihat dalam satu atau dua bulan terakhir selama beberapa bulan ke depan maka kita akan berada di tempat yang baik," katanya, mencatat bahwa pasar tenaga kerja tetap ketat.

Gopinath menegaskan kembali kekhawatiran IMF bahwa ketegangan geopolitik akan membawa negara-negara ke arah proteksionisme saat mereka mencoba menopang keamanan ekonomi mereka.

Sebelumnya, Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, dalam panel WEF di Davos, menegaskan perkiraan IMF untuk pertumbuhan global melambat menjadi 2,7 persen tahun ini dari sekitar 3,2 persen tahun lalu. "Sejak awal tahun, kita melihat beberapa kabar baik, kita juga memperkirakan pada tahun 2023 pertumbuhan akan turun, untuk memulai proses di mana ketimbang mengalami kenaikan justru menurun," kata Georgieva.

Dilansir oleh Voice of America, Georgieva mengatakan tiga tantangan yang sangat signifikan adalah perang Russia-Ukraina, krisis biaya hidup dan suku bunga pada tingkat yang belum pernah disaksikan dalam beberapa dekade. "Dunia harus melakukan penyesuaian demi keamanan pasokan secara lebih cerdas," tambah Georgieva.

Pada kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, mengatakan stabilitas harga minyak menunjukkan kerajaannya benar dalam posisinya selama pertikaiannya tahun lalu dengan Amerika terkait keputusan OPEC+ untuk mengurangi target produksi minyak.

Faisal mengatakan Arab Saudi sebagai pengekspor minyak utama dunia, bertanggung jawab untuk terus memberikan kestabilan pada minyak dan ekonomi dunia dan bahwa Riyadh akan melakukan dialog yang kuat dengan sekutu lamanya, Amerika Serikat untuk terus mengatasi semua masalah.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top