Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imam Besar Al Azhar dan Paus Fransiskus Akan Menerima Gelar Kehormatan dari UIN Yogya

9 Rabu, 28 Jul 2021, 08:38 WIB | Oleh:
Imam Besar Al Azhar dan Paus Fransiskus Akan Menerima Gelar Kehormatan dari UIN Yogya Imam Besar Al Azhar dan Paus Fransiskus Akan Menerima Gelar Kehormatan dari UIN Yogya Doc: Istimewa

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta berencana akan memberikan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) kepada beberapa tokoh agama dunia seperti Sri Paus Fransiskus di Vatikan dan Imam Besar Al Azhar, Sheikh Ahmed Al Tayeb di Mesir.

Rektor UIN Yogyakarta, Prof Al Makin mengatakan pihaknya masih melakukan berbagai persiapan untuk rencana pemberian gelar.

"Ini masih belum, masih zikir dulu, doakan saja ya. Nanti saatnya akan kita kerja samakan. Doakan saja ini masih terlalu dini," kata Al Makin kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Al Makin menyampaikan pihaknya telah mengajukan nama-nama tersebut dan berkoordinasi dengan pihak yang berkompeten. Termasuk kepada Menteri Agama (Menang) Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi.

"Kita sudah ajukan, dan yang kita ajukan alhamdulillah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Semoga ini mendapat pengaruh pada tingkat nasional dan internasional," kata Al Makin.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendukung dan mendorong rencana pemberian gelar kehormatan Doktor (HC) kepada kedua tokoh agama dunia ini. Tentu dengan memperhatikan regulasi yang ada, agar tidak ada yang mempersoalkan di kemudian hari.

"Kehati-hatian itu jauh lebih penting. Jika sesuai regulasi, secara administrasi bisa diberi gelar kehormatan, saya mendorong ini untuk ditindaklanjuti," ujar Gus Yaqut dalam keterangannya.

Gus Yaqut menyampaikan pemberian gelar kehormatan Doktor (HC) bagi tokoh agama dunia ini sejalan dengan rencana Presiden Joko Widodo pada tahun 2022 sebagai tahun toleransi. Sehingga meminta untuk dipersiapkan dengan baik.

"Ini nyambung dengan pencanangan Presiden pada 2022 sebagai tahun toleransi. Pemberian gelar kehormatan kepada kedua tokoh, momentumnya sangat kuat. Menghadirkan kedua tokoh di Indonesia menjadi opsi pertama," ucap Gus Yaqut.

Sementara itu, Mensesneg Pratikno siap mendukung dengan memfasilitasi kepanitiaan dari Sekretariat Negara (Setneg). Sedangkan, Menlu Retno LP Marsudi mendukung dan sudah melakukan pertemuan dengan Kedubes Vatikan dan Kedubes Mesir.

Al Makin mengatakan untuk waktu dan teknis pelaksanaan pemberian gelar kehormatan ini bisa secara virtual atau menghadirkan langsung dua tokoh agama tersebut.

"Terkait teknis pemberian gelar kehormatan Doktor (HC) bisa dengan Zoom, atau dengan menghadirkan kedua tokoh agama dunia ini ke Indonesia. Jika kedua tokoh agama dunia ini berkenan hadir di Indonesia, akan memberi impact luar biasa bagi dunia internasional," tutur Al Makin.

Namun Al Makin belum bisa memberikan secara detail soal dasar pemberian gelar DR HC kepada Sri Paus Vatikan dan Imam Besar Al Azhar.

"Belum saatnya, nanti kalau saatnya dengan senang hati berbagi. doanya saja," paparnya.

Al Makin menjelaskan saat ini masih dalam persiapan dan meminta doa dari semua pihak agar rencana ini bisa terwujud. Sebab akan berdampak pada tingkat nasional dan internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Luar Negeri
Aksi Protes di Paris Bentrok
Daerah
Minum Kopi Bukan Sekadar be...
Daerah
Kutai Timur Sukses dari Sis...
Olahraga
Brunson Bantu Knicks Tunduk...
Olahraga
Jangan Gagal Lagi di Kumamo...
Advertisement
Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

Jakarta National Championship Pencak Silat 2026: Ajang Cetak Bibit Unggul Pesilat Muda

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.