Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Iklim Usaha Kondusif untuk Tingkatkan Penerimaan Pajak

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Sistem apapun yang digunakan jika iklim usaha tidak kondusif maka mengharapkan pe­ningakatan penerimaan pajak bagaikan mimpi di siang ­bolong.

Sudah lama sekali penggunaan nomor identitas tunggal (single identity number/SIN) diwacanakan, namun sampai sekarang belum bisa terlaksana karena banyaknya kendala yang dihadapi. Selain belum adanya koordinasi antarlembaga yang selama ini menangani data kependudukan, juga karena kondisi geografis Indonesia yang sangat luas membuat banyak wilayah terpencil belum tersentuh teknologi informasi.

Di negara-negara maju, SIN bukan barang baru. SIN digunakan untuk semua keperluan, baik untuk mendapatkan pelayanan dasar maupun layanan lainnya, misalnya rumah sakit, sekolah, dan juga pajak.

Belakangan, isu SIN ramai lagi diperbincangkan menyusul rencana pemerintah menambahkan fungsi Nomor Identitas Kependudukan (NIK) atau yang dikenal dengan Nomor KTP menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk wajib pajak orang pribadi. Penyatuan ini sejalan dengan rencana pemerintah yang ingin menerapkan SIN di Indonesia.

Alasan pemerintah menyatukan data NIK dan NPWP ini adalah untuk mempermudah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memantau masyarakat yang masuk sebagai wajib pajak. Ini juga akan meningkatkan rasio pajak Indonesia. Saat ini semua masyarakat yang sudah memenuhi syarat, memiliki NIK yang tertera di KTP-nya. Dengan penyatuan NIK dan NPWP maka DJP mudah menelusuri data masyarakat tersebut apakah ia masuk sebagai wajib pajak atau tidak.

Penyatuan NIK dan NPWP yang berlaku mulai tahun depan ini hanya untuk mempermudah DJP mendata masyarakat sebagai wajib pajak. Jika masyarakat belum memiliki penghasilan atau penghasilannya di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), yaitu 54 juta rupiah per tahun maka tidak perlu khawatir akan ditarik pajaknya.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : M. Selamet Susanto

Komentar

Komentar
()

Top