Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hujan Mengguyur Sebagian Wilayah Indonesia, Ini Data Lengkap BMKG Hari Ini

📅 Sabtu, 18 Feb 2023, 08:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hujan Mengguyur  Sebagian Wilayah Indonesia, Ini Data Lengkap BMKG Hari Ini Doc: Istimewa
Ket. ilustrasi

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprakirakan jika hujan dengan intensitas ringan hingga lebat akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia pada Sabtu (18/2).

Dalam laman resmi BMKG yang dikutip di Jakarta, Sabtu (18/2), pada siang hari hujan ringan berpotensi mengguyur Banda Aceh, Denpasar, Serang, Jakarta, Gorontalo, Bandung, Semarang, Banjarmasin, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Ternate, Kota Jayapura, Manokwari dan Manado.

Hujan berintensitas sedang diprakirakan terjadi pada wilayah Yogyakarta, Surabaya dan Mataram.

Kemudian hujan lebat yang disertai kilat dan petir akan terjadi di Palembang.

BMKG juga memprakirakan ketika siang hari cuaca lain seperti berawan akan terjadi di Bengkulu, Palangka Raya, Tanjung Pinang, Mamuju, Makassar serta Kendari. Sementara bagi Samarinda dan Ambon bakal berawan tebal.

Cuaca cerah berawan turut diprakirakan terjadi di Jambi, Pontianak, Tarakan, Kupang, Pekan Baru dan Medan. Hanya Padang yang kemungkinan akan cerah pada siang hari.

Di malam harinya, hujan ringan bakal mengguyur Denpasar, Bengkulu, Yogyakarta, Jakarta, Jambi, Bandung, Semarang, Palangka Raya, Bandar Lampung, Mataram, Kota Jayapura, Pekanbaru, Mamuju, Makassar, Kendari, Manado, Padang, dan Palembang.

Sementara hujan lebat yang disertai kilat dan petir akan terjadi di Surabaya, Samarinda, Tarakan dan Manokwari.

Suhu di kota besar akan mencapai 22 hingga 33 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban 55 sampai 100 persen.

Sebelumnya, BMKG mengajak masyarakat untuk melakukan panen air hujan sebagai langkah mitigasi musim kemarau pada 2023 ini.

"Mumpung saat ini hujan masih turun, maka kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan aksi panen hujan dengan cara menampungnya menggunakan tandon air atau bak penampung," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

BMKG memprediksi musim kemarau di tahun 2023 akan lebih kering jika dibandingkan dengan periode tiga tahun terakhir (2020-2022).

"Pada saat kemarau nanti, air tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau," paparnya.

Sektor-sektor yang terdampak seperti sumber daya air, kehutanan, pertanian, dan kebencanaan, kata Dwikorita, perlu melakukan langkah antisipatif untuk meminimalkan potensi dampak kekeringan sebagai konsekuensi kondisi curah hujan rendah tersebut. Kondisi cuaca yang kering, juga berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Langkah pencegahan harus dilakukan semua pihak terkait sebagai bentuk mitigasi dan antisipasi," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.