Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harus Ada yang Tanggung Jawab Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

📅 Rabu, 08 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harus Ada yang Tanggung Jawab Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Doc: ANTARA/APRILLIO AKBAR
Ket. MENCARI KORBAN HILANG I Personel Unit Satwa K9 Polda Metro Jaya menyisir permukiman penduduk yang hangus terbakar dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang kawasan Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, belum lama ini untuk membantu proses evakuasi dan mencari korban yang belum ditemukan. Tercatat, 14 orang hilang dalam peristiwa tersebut.

» Kesalahan jangan ditimpakan kepada warga yang sudah jadi korban, karena faktanya sumber kebakaran dari tangki BBM.

» Seolah-olah jika korban sudah dirawat di rumah sakit dan yang meninggal mendapat santunan, semua urusan sudah beres.

JAKARTA - Kebakaran yang kedua kalinya di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) atau Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara, pada Jumat (3/3), mengindikasikan sistem keamanan Pertamina amat buruk, berada di bawah standar international yang mensyaratkan zero accidents bagi aset strategis dan berisiko tinggi.

Anehnya, dalam kebakaran dahsyat yang menyebabkan 19 orang meninggal dan 38 korban luka-luka masih dirawat di sembilan rumah sakit, dan 14 orang dilaporkan hilang itu, pemerintah baik itu Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Pertamina sendiri terkesan melempar kesalahan ke warga yang mendirikan bangunan di sekitar tangki penampungan BBM.

Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, yang diminta pendapatnya mengatakan pemerintah dan Pertamina perlu membuka informasi yang terang benderang terkait korban, terutama data yang simpang siur dengan adanya dugaan masih ada korban yang hilang.

"Aparat Kepolisian juga harus membuka kepada publik jumlah korban sebenarnya dan penyebab kebakaran di Depo Plumpang," kata Badiul.

Meskipun semua orang tahu kalau di sana adalah lahan Pertamina, tetapi tidak bisa juga warga disalahkan sepenuhnya. "Seandainya tidak ada warga di sekitar depo, terus siapa yang mau disalahkan. Bukankah Depo Plumpang pernah terbakar hebat juga pada 18 Januari 2009," kata Badiul.

Penelusuran Bareskrim Polri kala itu, penyebab kebakaran berasal dari gesekan antara slot ukur dan alat pengambil sampel BBM yang mengakibatkan percikan api menyambar tangki bensin nomor 24. Akibat kebakaran itu, satu orang petugas keamanan meninggal, dan kerugian yang dialami Pertamina sekitar 17 miliar rupiah.

Setelah berselang 13 tahun, kebakaran kembali terjadi, dan kali ini kata Badiul, kerugiannya pasti lebih besar. Selain warga yang jadi korban, tentu kerugian materialnya pun lebih besar.

"Kementerian BUMN, ESDM, dan Pertamina merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dengan kasus ini. Kalau di Jepang, ini pejabatnya langsung mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral atas jabatannya," kata Badiul.

"Jangan malah tambah dipolitisasi dengan mau merelokasi warga atau memindahkan depo, tidak semudah itu, tetap perlu kajian. Cara-cara yang tidak bertanggung jawab seperti ini yang membuat Indonesia susah maju," tambah Badiul.

Berdasarkan data dari Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, jumlah rumah warga yang terbakar sebanyak 84 unit dengan jumlah pengungsi di tenda-tenda sebanyak 204 orang.

Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radi, mengatakan kebakaran yang kesekian kalinya di Depo Pertamina itu menuntut perusahaan untuk memperbaiki sistem keamanan yang diterapkan agar kejadian tidak terulang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.