Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Minyak Dunia Naik di Asia, Kekhawatiran Perbankan Mereda

📅 Senin, 27 Mar 2023, 09:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Dunia Naik di Asia, Kekhawatiran Perbankan Mereda Doc: antara
Ket. Ilustrasi harga minyak naik.

SINGAPURA - Harga minyak naik di awal perdagangan Asia pada Senin (27/3) pagi, karena kekhawatiran atas gejolak di sektor perbankan global mereda, sementara komentar Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir pekan meningkatkan ketegangan geopolitik di Eropa.

Minyak mentah berjangka Brent terkerek 33 sen atau 0,4 persen, menjadi diperdagangkan di 75,32 dolar AS per barel pada pukul 00.40 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS terangkat 39 sen atau 0,6 persen, menjadi diperdagangkan di 69,65 dolar AS per barel,

Brent menguat 2,8 persen minggu lalu, sementara WTI rebound 3,8 persen karena kegelisahan di sektor perbankan mereda.

"Telah terjadi lonjakan aset-aset berisiko pada pembukaan pagi ini, lebih karena tidak adanya perkembangan perbankan baru yang buruk selama akhir pekan daripada perkembangan baru yang positif seperti itu," kata analis IG Tony Sycamore.

Kenaikan harga minyak lebih merupakan relief rally (sebuah fenomena kenaikan harga singkat dalam kondisi pasar yang buruk) dan bagian dari koreksi setelah penurunan 16 persen dalam dua minggu sebelumnya, tambahnya.

Harga juga didukung setelah Presiden Vladimir Putin mengatakan dia akan menempatkan senjata nuklir taktis di Belarus, meningkatkan ketegangan geopolitik di Eropa atas Ukraina.

NATO mengkritik Putin pada Minggu (26/3) atas apa yang disebutnya sebagai retorika nuklirnya yang "berbahaya dan tidak bertanggung jawab".

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pada Jumat (24/3) bahwa Moskow sangat dekat untuk mencapai target pemotongan produksi minyak mentah sebesar 500.000 barel per hari (bph) menjadi sekitar 9,5 juta barel per hari.

Meskipun menurunkan produksi, Rusia diperkirakan akan mempertahankan ekspor minyak mentah dengan memangkas produksi kilang pada April, data dari sumber industri dan perhitungan Reuters menunjukkan pada Jumat (24/3).

Ekspor produk minyak Rusia sampai saat ini lebih terpengaruh daripada ekspor minyak mentah oleh embargo Uni Eropa baru-baru ini, dengan berton-ton solar terjebak di kapal menunggu pembeli.

Di Prancis, aksi industri mengganggu kilang, mengurangi permintaan minyak mentah dan produksi bahan bakar.

Investor mengawasi PMI manufaktur dan jasa Tiongkok yang akan dirilis akhir pekan ini. Data dapat mendukung minyak jika menunjukkan pemulihan lebih lanjut dari kegiatan ekonomi negara itu dari gangguan COVID, kata analis CMC Markets Tina Teng.

Di AS, rig minyak naik empat menjadi 593 minggu lalu, meningkat untuk pertama kalinya dalam enam minggu, sementara rig gas tetap stabil di 162, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan dalam sebuah laporan pada Jumat (24/3).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.