Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Halte Dukuh Atas Jadi Sentral Transit

📅 Rabu, 10 Jul 2024, 01:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Halte Dukuh Atas Jadi Sentral Transit Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat memberikan sambutan dalam peresmian Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (9/7)

JAKARTA - Halte Dukuh Atas akan menjadi sentral (hub) transportasi yang menghubungkan enam moda transportasi. Hal ini untuk mewujudkan kawasan berorientasi transit (transit-oriented development/TOD) pelanggan transportasi publik.

"Halte Dukuh Atas merupakan proyek pilot karena di dalamnya terdapat berbagai moda transportasi," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, saat meresmikan Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta, Selasa. Tuhiyat menuturkan halte ini menjadi TOD untuk enam moda transportasi.

Keenamnya adalah light rail transit (LRT) Jabodebek, kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, MRT Jakarta, Bus Transjakarta rute 1B (Palmerah-Dukuh Atas) dan rute 2P (Pasar Senen-Dukuh Atas). Kemudian, perusahaan otobus Primajasa, serta KA Bandara BNI City.

Dia berharap bila pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rampung akan mampu menghubungkan rute Manggarai menuju Dukuh Atas. Kemudian, lokasi yang berdiri di lahan Pasar Jaya ini dibangun setinggi 12 lantai. Rinciannya, lantai 1-3 untuk ritel dan makanan. Lantai 4 untuk gym. Lantai 5-7 untuk kantor dan 8 untuk perkantoran. Kemudian, lantai 9-12 untuk Hotel Artotel Group.

"Jadi, ini gedung konsep campuran untuk retail, hotel, makanan, dan UMKM," ujarnya. Mengenai tambahan rute di Halte Tansport Hub Dukuh Atas, manajemen Transjakarta sedang mengevaluasi beberapa potensi untuk bisa menambah jumlah pelanggan.

"Tinggal nanti dievaluasi setelah Transport Hub berjalan. Artinya, rute juga dinamis. Jadi kita lihat evaluasi," kata Direktur Pelayanan dan Bisnis Transjakarta, Fadly Hasan. Fadly menuturkan, dua rute rata-rata per harinya mencapai 3.500 penumpang.

MRT Jakarta selaku pelaksana pembangunan TOD Dukuh Atas menyatakan, pendanaan kegiatan dialokasikan secara konsorsium. Ini melibatkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jakarta, dan pengembang. Sedangkan nilai pembangunan kawasan totalnya sekitar 20 triliun rupiah.

Ubah Nama

Sementara itu, Transjakarta mengubah nama halte Gelora Bung Karno (GBK) menjadi Senayan Bank DKI. "Jadi, halte Gelora Bung Karno akan bernama Senayan Bank DKI," tambah Fadly Hasan.

Fadly menuturkan, pe- namaan halte Senayan Bank DKI ini merupakan sinergi antara BUMD dan Bank DKI. Tujuannya untuk menaikkan penjualan hak penamaan (naming rights) dan kesadaran merek (brand awareness).

Hak penamaan halte merupakan langkah awal dari berbagai program yang akan dijalankan Transjakarta dan Bank DKI. Selain GBK, perubahan nama halte juga diterapkan di Halte Senayan (JCC) menjadi Gerbang Pemuda. Perubahan nama halte berlaku efektif mulai per 10 Juli hari ini.

Dia menegaskan, perubahan nama halte sebagai upaya peningkatan layanan integrasi demi mendukung Jakarta kota global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

44 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.