Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Geram! Tiongkok Gertak Negara Ini Tak Ikut Campur Soal Taiwan atau Terima Akibatnya

Foto : Reuters/The Guardian

Bendera Taiwan

A   A   A   Pengaturan Font

Tiongkok memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika Kanada ikut campur dalam isu Taiwan. Peringatan ini muncul usai delegasi anggota parlemen Kanada berencana untuk menyambangi Kanada akhir tahun ini untuk mengeksplorasi peluang perdagangan.

Tiongkok yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya di bawah prinsip "satu-China" dan menolak pihak asing mengunjungi pulau itu. Meski begitu, Taiwan yang diperintah secara demokratis menolak klaim Tiongkok.

"Kami mendesak pihak Kanada untuk mematuhi prinsip "satu-China" dan menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok," kata Kedutaan Besar Tiongkok untuk Kanada dalam sebuah pernyataan, seperti diberitakan Reuters, dikutip dari The Guardian, Jumat (26/8).

"Tiongkok akan mengambil tindakan tegas dan tegas terhadap negara mana pun yang mencoba mengganggu atau melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok," tambahnya.

Anggota parlemen dari Partai Liberal, Judy Sgro mengungkapkan, delegasi parlemen Kanada bernama "kelompok persahabatan" berencana mengunjungi Taiwan pada Oktober mendatang. Ini bertujuan untuk fokus pada kerja sama perdagangan.

Sgro mengatakan, delegasi tersebut tidak ada niat untuk mengganggu dan menimbulkan masalah bagi Taiwan ataupun Tiongkok.

Sgro mengatakan perjalanan itu akan fokus pada perdagangan dan niat anggota parlemen tidak untuk mengganggu dan menimbulkan masalah bagi Taiwan atau dengan China. Pemerintah Kanada menuturkan delegasi "kelompok persahabatan" bersifat independen.

Kanada, seperti negara barat lainnya, mengikuti kebijakan "satu-China", dalam artian mengakui hubungan diplomatis dengan Beijing. Sementara, secara tidak resmi, Kanada mendukung Taiwan dalam menghadapi ancaman Tiongkok.

Hubungan antara Tiongkok dan Barat telah memburuk sejak Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada awal bulan ini.


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Rivaldi Dani Rahmadi

Komentar

Komentar
()

Top