Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gawat, Angka Kematian Demam Berdarah di Bangladesh Melonjak

📅 Kamis, 03 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat, Angka Kematian Demam Berdarah di Bangladesh Melonjak Doc: ANTARA/HO-Sutterstock
Ket. Ilustrasi - Nyamuk Aedes Aegypti.

Dhaka - Angka kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Bangladesh meningkat dalam satu bulan terakhir, yang diduga karena adanya perubahan perilaku penyakit yang mematikan itu.

Pada September saja,DBDtelah merenggut nyawa 80 orang, separuh dari total 166 kematian selama tahun ini sejak Januari. Pada bulan itu, lebih dari 18.000 orang dirawat, atau lebih dari setengah jumlah kasus rawat inap sejak Januari.

Para ahli memperkirakan situasi akan memburuk pada Oktober, karena sebagian besar kematian akibat penyakit itu terjadi karena pasien terlambat dibawa kerumah sakit.

Dr. Abu Hussain Md. Moinul Ahsan, direktur pada Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (DGHS) Bangladesh, mengatakan bahwa pihaknya mencatat lima kematian akibat DBDdi rumah sakit pada Senin.

"Empat di antaranya meninggal pada hari pertama mereka dirawat, dan satu lagi meninggal dua hari setelah masuk rumah sakit," kata dia.

"Meskipun persiapan dan logistik di rumah sakit lengkap, kami tidak mampu menyelamatkan nyawa pasien jika mereka terlambat dibawa ke rumah sakit," kata Abu Hussain, menambahkan.

Raja, balita laki-laki berusia dua setengah tahun dari kawasan permukimanUttar Badda di Dhaka, sembuh dari penyakit tersebut.

"Anak kami tidak mengalami kondisi parah karena kami segera membawanya ke rumah sakit swasta terdekat setelah kami lihat suhu tubuhnya meningkat," kata ibunya, Mona Barua, serayamenyebut kampanye anti-DBD pemerintah "sekadar formalitas."

Dokter spesialis ABM Abdullah mengatakan bahwa angka kematian meningkat ketika pasien terlambat dibawa ke rumah sakit.

Dia menambahkan bahwa banyak korban meninggal adalah pasien yang terinfeksi virus DBD untuk kedua atau ketiga kalinya.

Seseorang bisa terinfeksi hingga empat kali karena ada empat varian virus dengue yang berbeda, katanya.

Dia menyoroti bahwa sistem kesehatan di Dhaka membuat pasien dari seluruh Bangladesh mendatangi rumah-rumah sakit besar di kota itu sehingga pasien terlambat mendapatkan perawatan.

"Ketika pasien dalam kondisi serius dari kota lain yang berjarak 200-300 km dibawa ke Dhaka, itu pasti mengurangi peluang pasien untuk bertahan hidup," kata Abdullah.

Apalagi, kata dia, rata-rata ambulans tidak dilengkapi dengan peralatan medis yang memadai.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar pengobatan awal dilakukan di rumah sakit distrik atau kota kecil.

Perilaku Dengue Berubah

"Kami melihat perubahan pada gejalanya. Banyak pasien tidak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi, dan kondisi mereka tiba-tiba memburuk," kata Abdullah.

Ahli entomologi di Universitas Jahangirnagar,Prof. Kabirul Bashar, yang telah meneliti nyamuk dengue dan perilakunya selama bertahun-tahun, mengatakan bahwa dalam penelitiannya, dia menemukan bahwa nyamuk itu bisa bertelur di air kotor yang tergenang dan menggigit pada siang atau malam.

"Kita tidak bisa mengendalikan nyamuk Aedes dengan pendekatan biasa karena musim berkembang biak, larva, dan lingkungan hidupnya berbeda dengan spesies nyamuk lainnya," kata dia.

Abdullah menilai kampanye anti-DBD pemerintah kota tidak efektif.Dia menyarankan perubahan cara mengendalikan nyamuk, karena upaya saat ini tidak membunuh nyamuk dengue di permukiman.

Namun, Abu Hussain, sang pejabat DGHS, mengeklaim bahwa pemerintah kota tengah berusaha menghancurkan tempat berkembang biak nyamuk dengue.

Virus dengue ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Penyakit ini belum ada obatnya.

Tahun lalu, Bangladesh mencatat rekor 1.705 kematian akibat DBD dan 321.179 kasus, menurut DGHS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.