
“Final Four” Digelar April
melakukan smes I Pevoli Jakarta Lavani Livin Transmedia, Renan Zanatta Buiatti (kiri) melakukan smes ke arah pevoli Jakarta Bhayangkara Presisi pada pertandingan PLN Mobile Proliga 2025 di Palembang Sport an Convention Center (PSCC), Palembang, Sumsel.
Foto: ANTARA/Nova WahyudiJAKARTA - Setelah menyelesaikan babak reguler, Proliga 2025 akan berlanjut ke tahap final four yang akan digelar pada April mendatang. Format final four kali ini tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan edisi sebelumnya. Empat tim terbaik dari masing-masing sektor akan bertanding dalam dua putaran untuk menentukan posisi yang akan membawa mereka ke grand final.
Di sektor putra, tim yang berhasil lolos ke final four adalah Jakarta Lavani, Jakarta Bhayangkara Presisi, Surabaya Samator, dan Palembang Bank Sumsel Babel. Sementara di sektor putri, ada Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta Pertamina Enduro, Jakarta Electric PLN, dan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia.
Dalam format final four Proliga 2025, setiap tim akan bertanding dalam dua putaran, yang berarti setiap tim akan memainkan total enam pertandingan selama babak final four. Penentuan posisi di klasemen final four akan didasarkan pada jumlah kemenangan yang diraih setiap tim. Jika dua tim memiliki jumlah kemenangan yang sama, maka selanjutnya akan dihitung jumlah poin yang diperoleh.
Tim yang menang dengan skor 3-0 atau 3-1 akan mendapatkan tiga poin, sementara tim yang menang 3-2 akan mendapatkan dua poin. Tim yang kalah dengan skor 2-3 akan memperoleh satu poin, dan yang kalah dengan skor 0-3 atau 1-3 tidak mendapatkan poin.
Jika masih terdapat tim dengan jumlah kemenangan dan poin yang sama, pembeda selanjutnya adalah rasio set, yaitu perbandingan antara jumlah set kemenangan dan set kekalahan. Tim yang sering menang dengan skor 3-0 atau 3-1 akan memiliki rasio set yang lebih baik. Apabila rasio set juga tidak dapat memisahkan tim, maka pembeda terakhir adalah rasio poin set, yang dihitung dari jumlah poin yang diperoleh setiap tim dalam set dibandingkan dengan poin yang diperoleh lawan.
Untuk dapat lolos ke grand final, sebuah tim harus berada di posisi 1 atau 2 di klasemen final four. Tim peringkat 3 dan 4 akan bertemu dalam perebutan juara ketiga. ben/I-1
Berita Trending
- 1 Harga BBM di SPBU Vivo Turun, Pertamina, BP dan Shell Stabil
- 2 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 3 RI Perkuat Komitmen Transisi Energi Lewat Kolaborasi AZEC
- 4 Akademisi: Perlu Diingat, Kepala Daerah yang Sudah Dilantik Sudah Menjadi Bagian dari Pemerintahan dan Harus Tunduk ke Presiden
- 5 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
Berita Terkini
-
Ibu Menyusui Dapat Berpuasa Asalkan Kondisi Sehat dan Cairan Terpenuhi
-
Pasar Karbon Bergairah, 49,5 Ribu Ton CO2e Diperdagangkan Secara Global
-
Jelang Ramadhan, PLN Berikan Bingkisan Sembako Bagi Warga Dhuafa
-
TNBTS blacklist lima tahun tujuh orang pendaki ilegal Semeru
-
Bumzu Seventeen Menang Besar di Penghargaan KOMCA