Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

EBT dan Program Laptop Merah Putih

Foto : ANTARA
A   A   A   Pengaturan Font

Sayangnya ada kabar kurang sedap, dana yang dianggarkan untuk laptop tersebut 10 juta per unit. Dengan spesifikasi yang ada, harga tersebut menurut beberapa kalangan terlalu mahal meski akhirnya Kemendikbud menjelaskan bahwa ada dua program pengadaan laptop.

Pertama laptop buat pelajar dan sekolah-sekolah dengan spesifikasi Chrome Book yang harganya di pasaran tidak lebih 7 juta rupiah. Kedua Laptop Merah Putih yang melibatkan tiga perguruan tinggi dan industri yang pengadaannya akan dilakukan 2002 - 2024 dengan total anggaran 17 triliun rupiah.

Mengingat dananya yang besar, proyek Laptop Merah Putih harus direncanakan dengan matang. Harus ada kajian akademis. Tanpa itu, jangan harap akan terjadi peningkatan mutu pendidikan. Bisa-bisa malah gagal seperti proyek pengayaan infrastruktur TIK Malaysia yang bernama 1Bestarinet.

Proyek 1Bestarinet menyedot anggaran sekitar 14 triliun rupiah untuk konektivitas internet dan laptop bagi `10.000 sekolah di seluruh Malaysia. Laptop-laptop tesebut akhirnya tidak digunakan karena guru tidak tahu cara memanfaatkan dengan optimal. Akhirnya proyek tersebut dihentikan karena hasilnya jauh di bawah harapan.

Kita tentu tidak mau program Laptop Merah Putih gagal seperti 1Bestarinet. Kita semua tahu tujuan Laptop Merah Putih sangat mulia. Dengan meningkatkan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) di Laptop Merah Putih, Bangsa Indonesia diharapkan akan semakin cinta produk dalam negeri yang ujungnya akan mengurangi defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Selain itu juga untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : M. Selamet Susanto

Komentar

Komentar
()

Top