Dua Hal Ini yang Harus Diperkuat dalam Hadapi Teknologi Kecerdasan Buatan di Indonesia
📅 Rabu, 04 Des 2024, 15:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Adimas Raditya
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyampaikan bahwa infrastruktur digital dan kesiapan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menghadapi era kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia.
"Kita semua paham bahwa teknologi AI tidak bisa berkembang tanpa infrastruktur yang solid. Infrastruktur digital adalah fondasi utama untuk mendukung proses pengolahan data dan pengembangan AI," kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam acara 'AI for Indonesia 2024' yang digelar di Jakarta, Rabu.
Meutya mengatakan, pengembangan teknologi AI sangat bergantung pada keberadaan infrastruktur digital yang kuat.
Infrastruktur ini mencakup jaringan internet yang stabil, komputasi berkecepatan tinggi, dan pusat data besar yang diperlukan untuk memproses dan menganalisis data dalam jumlah besar serta melatih model-model AI.
Lanjut dia, pemerintah telah meluncurkan berbagai proyek besar dalam lima tahun terakhir untuk membangun infrastruktur komunikasi digital yang mencakup tiga tingkatan yakni backbone, middle mile, dan last mile.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tingkat backbone, pemerintah telah menggelar jaringan kabel serat optik Palapa ring sepanjang 12.229 km, yang meliputi wilayah darat dan laut.
Di tingkat middle mile, proyek satelit multifungsi Satria I telah beroperasi dengan kapasitas 150 Gbps, yang menjangkau lebih dari 4.000 titik layanan publik, dengan target 37.000 titik pada tahun 2025.
Adapun infrastruktur di tingkat last mile diwujudkan melalui pembangunan lebih dari 7.000 Base Transceiver Stations (BTS), termasuk 5.618 BTS 4G.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pemerintah juga menyediakan akses internet di hampir 19.000 titik layanan publik.
Tidak hanya itu, pemerintah juga sedang menyiapkan pusat data nasional untuk mendukung program Satu Data Indonesia.
Menurut dia, pusat data ini akan memfasilitasi pengelolaan dan pemanfaatan data yang valid dan berkelanjutan, yang sangat penting bagi pengembangan AI di berbagai sektor.
"Sektor infrastruktur digital inilah yang harus diperkuat untuk memastikan teknologi AI dapat berkembang secara optimal dan memberi manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut Meutya mengungkapkan, pemerintah juga berfokus pada pengembangan talenta digital, yang menjadi aspek penting dalam mempersiapkan masyarakat Indonesia menghadapi perubahan besar ini.
Dalam menghadapi era kecerdasan buatan, pemerintah bekerja sama dengan perusahaan teknologi global untuk mencetak talenta digital di bidang AI.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!