Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Program Pertanian

“Drone Sister" Bantu Berdayakan Kaum Perempuan di India

Foto : AFP/Sajjad HUSSAIN

Operator “Drone” | Sharmila Yadav dengan cekatan sedang menerbangkan drone yang menyemprotkan pupuk di sebuah ladang gandum di  pedesaan dekat Kota Pataudi, India, pada 29 Februari lalu. Berkat program pemerintah bernama “Drone Sister”, kaum perempuan di India kini bisa turut serta dalam modernisasi pertanian dengan memanfaatkan peran drone. 

A   A   A   Pengaturan Font

Sebuah program di India berhasil memberdayakan kaum perempuan di pedesaan dengan merekrut mereka sebagai operator drone bagi turut membantu mengolah lahan pertanian secara modern.

Sharmila Yadav dulunya adalah seorang ibu rumah tangga di pedesaan India yang selalu ingin menjadi pilot. Kini ia bisa mewujudkan impiannya dengan menjadi operator yang bertugas menerbangkandroneuntuk membantu mengolah lahan pertanian di wilayahnya.

Yadav, 35 tahun, adalah salah satu dari ratusan perempuan yang dilatih untuk menerbangkandronepenyemprot pupuk di bawah program "Drone Sister" yang didukung pemerintah. Program ini bertujuan untuk membantu memodernisasi lahan pertanian di India dengan tujuan mengurangi biaya tenaga kerja serta menghemat waktu dan air demi mengatasi hambatan keterbatasan teknologi yang sudah ketinggalan zaman dan meningkatnya tantangan perubahan iklim.

Dukungan pemerintah India pada program ini juga merupakan pertanda perubahan sikap masyarakat pedesaan India terhadap perempuan pekerja, yang secara tradisional hanya mempunyai sedikit peluang untuk bergabung dengan angkatan kerja dan seringkali mendapat stigma karena melakukan hal tersebut.

"Sebelumnya, sulit bagi perempuan untuk keluar rumah. Mereka seharusnya hanya melakukan pekerjaan rumah tangga dan menjaga anak-anak," keluh ibu dari dua anak ini usai ditemuiAFPsetelah seharian mengoperasikandroneyang terbang melintasi ladang gandum yang subur yang berada di sebuah dusun kecilnya di pedesaan dekat Kota Pataudi, beberapa jam perjalanan dari Ibu Kota New Delhi.

"Perempuan yang pergi bekerja dipandang rendah. Mereka diejek karena mengabaikan tugas sebagai ibu. Namun kini pola pikir itu berubah secara bertahap," tutur dia.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : AFP

Komentar

Komentar
()

Top