Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR RI Siap Jadi Tuan Rumah Sidang ke-2 Kemitraan Parlemen Indonesia-Pasifik

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR RI Siap Jadi Tuan Rumah Sidang ke-2 Kemitraan Parlemen Indonesia-Pasifik Doc: ANTARA/Istimewa
Ket. Gedung MPR/DPR/DPD RI.

JAKARTA - DPR RI telah siap menjadi insiator sekaligus tuan rumah perhelatan besar Sidang KeduaIndonesia-Pacific Parliamentary Partnershippada tanggal 24-26 Juli 2024 mendatang.

Hal tersebut terlihat dari pengibaran bendera dari 16 Negara Pasifik yang di halaman depan gedung DPR RI pada Selasa (16/7) silam.

Bendera-bendera tersebut merupakan bendera negara Cook Islands, Micronesia, Fiji, Indonesia, Kiribati, Marshall Islands, Nauru, Niue, Palau, Papua Nugini, Samoa, Solomon Islands, Tonga, Tuvalu, Vanuatu serta teritori Prancis French Polynesia, hingga Kaledonia Baru.

"Pengibaran bendera ini menandakan kesiapan DPR RI di mana Tahun 2024 merupakan kali kedua Sidang IPPP dilaksanakan sejak Sidang IPPP pertama di tahun 2018," kata Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar di Jakarta, Jumat (19/7).

"Dengan semangat dan komitmen tinggi, Indonesia melakukan segala persiapan yang dibutuhkan dalam penerimaan kedatangan delegasi negara-negara Pasifik di Sidang Kedua IPPP,"lanjutnya.

Sidang kedua IPPP mengusung temaPartnership for Prosperity: Fostering Regional Connectivity and Inclusive Development.Sidang ini juga akan menghantarkan para delegasi mengunjungi Gedung DPR RI.

"Bangunan ikonik dan sarat nilai historis tersebut akan menjadi saksi sejarah Indonesia dalam membangun kemitraan bersama negara-negara Pasifik untuk kesejahteraan kawasan," jelas Indra.

Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership(IPPP) ke-2 yang akan digelar bertujuan untuk membangun konektivitas antara DPR RI dengan parlemen negara-negara pasifik dalam berbagai kerja sama.

Sebelumnya, Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menjelaskan pertemuan IPPP ini akan membahas isu-isu yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) untuk kehidupan Indonesia, negara-negara Asia Pasifik, bahkan dunia ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Selain itu, pertemuan ini juga akan merumuskan konsep pemeliharaan Sumber Daya Alam (SDA) di masing-masing negara untuk saling berbagi demi kepentingan bersama.

"Hal itu dalam rangka menyelesaikan tantangan sekarang seperti perubahan iklim (climate change), ketahanan pangan (food security), dan sebagainya, meskipun kita juga punya tema, yaituPartnership for prosperity:fostering regional connectivity and inclusive development," kata politisi Parta Gerindra ini.

"Jadi, kerja sama untuk kesejahteraan, terutama bagaimana konektivitas regional di pasifik ini, termasuk juga bagaimana membuka pembangunan yang lebih inklusif ke depan. Jadi, tentu pembicaraannya terkait dengan SDGs dan potensi-potensi apa yang bisa dilakukan antara Indonesia dan negara-negara pasifik," ujarnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

37 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.