Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR: Pemerintah perlu ambil langkah tegas jamin keamanan wisatawan

📅 Selasa, 07 Jan 2025, 16:50 WIB | Oleh:
DPR: Pemerintah perlu ambil langkah tegas jamin keamanan wisatawan Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim saat memberi keterangan terkait peningkatan literasi digital perempuan di Bandarlampung, Provinsi Lampung, Selasa (17/12/2024).

Jakarta -- Wakil Pimpinan Komisi VII DPR RI Chusnunia menyatakan perlunya tindakan tegas dari pemerintah untuk menjamin keamanan wisatawan di Indonesia.

Menurutnya, kekerasan terhadap wisatawan tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga mencoreng reputasi pariwisata Indonesia di mata dunia.

Kekerasan terhadap wisatawan mancanegara tentu mencoreng citra pariwisata Indonesia.

"Kita berharap semua stakeholder pariwisata benar-benar memprioritaskan aspek keselamatan dan keamanan. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja, seperti pemerintah di semua level dari kementerian, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kota tetapi juga melibatkan aparat keamanan dan masyarakat. Pariwisata adalah sektor yang kompleks dan menyangkut kepentingan banyak pihak,” kata Chusnunia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dirinya juga menekankan pentingnya keberadaan polisi pariwisata sebagai bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan keamanan wisatawan.

“Beberapa negara sudah memiliki polisi pariwisata. Nah, ini tidak diterapkan secara konsisten di Indonesia? Jika polisi pariwisata sudah ada di beberapa wilayah tertentu, jumlah dan keberadaannya perlu ditingkatkan, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki potensi wisata besar,” tambahnya.

Selain polisi pariwisata, dirinya juga mengapresiasi inisiatif di Bali yang melibatkan unsur masyarakat dalam menjaga keamanan.

Kendati demikian, dia menilai langkah serupa perlu diterapkan secara merata di berbagai daerah wisata.

“Faktor keamanan menjadi sangat penting, selain konsep 3A (Akses, Amenitas, dan Atraksi). Aspek keselamatan wisatawan harus menjadi perhatian utama,” ujar Chusnia.

Sektor pariwisata di Indonesia memang memiliki daya ungkit ekonomi yang sangat besar. Namun, tantangan yang dihadapi, terutama dalam hal keamanan, juga sangat tinggi.

“Salah satu tantangan utama adalah keamanan, terutama di wilayah-wilayah wisata. Keamanan perlu mendapatkan perhatian lebih, terlebih ketika kita menyambut tamu dari mancanegara atau pada momen-momen khusus. Proteksi yang lebih ketat harus diterapkan agar wisatawan merasa aman dan nyaman,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kekerasan terhadap wisatawan mancanegara kembali mencoreng citra pariwisata Indonesia. Baru-baru ini, seorang turis perempuan asal Tiongkok menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pria yang diduga tukang ojek di Bali.

Sebelumnya, insiden pelecehan seksual terhadap turis asing juga terjadi di Bandung. Kasus-kasus seperti ini menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap keamanan wisatawan yang merupakan salah satu aspek penting dalam membangun citra positif pariwisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.