Dikucilkan Barat, Rusia-Kuba Kembali Jalin Hubungan Dekat
📅 Jumat, 26 Mei 2023, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Alexander Nemenov
HAVANA - Untuk pertama kalinya sejak Uni Soviet bubar, Rusia sangat tertarik dengan Kuba lantaran Moskow semakin terisolasi akibat invasinya ke Ukraina.
Pejabat tinggi Rusia berbondong-bondong ke negara kepulauan itu tahun ini. Pada Maret, Sekretaris Dewan Keamanan Moskow Nikolai Patrushev bersama CEO perusahaan minyak negara Rosneft, Igor Sechin.
Perwakilan pemilik bisnis Rusia, Boris Titov, juga berkunjung.
Yang paling disorot adalah kunjungan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov pada April lalu dalam perjalanan selama seminggu ke negara sekutu Amerika Latin, termasuk Venezuela dan Nikaragua, yang menjadi sasaran sanksi Barat, seperti Kuba dan Rusia.
"Rusia membutuhkan mitra dagang dan sekutu politik, Amerika Latin menawarkan kemungkinan keduanya," kata Mervyn Bain dari Universitas Aberdeen di Skotlandia kepada AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pekan lalu, Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Chernyshenko menyusun peta jalan untuk mempercepat kerja sama dengan Kuba. Negara Amerika Latin ini terperosok dalam krisis ekonomi terburuk dalam tiga dekade, mengalami kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan yang kronis.
Kedua negara telah menandatangani sekitar selusin perjanjian untuk meluncurkan kembali hubungan perdagangan di bidang konstruksi, teknologi informasi, perbankan, gula, transportasi, dan pariwisata.
"Tetapi ke tingkat apa" kerja sama ini "tidak jelas," kata Bain, pakar hubungan Rusia dengan Amerika Latin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rencana Chernyshenko juga mengacu pada kebutuhan Kuba untuk mengubah undang-undang tertentu untuk melonggarkan pembatasan pada perusahaan swasta.
Komunis Kuba telah dipaksa membuka ekonomi terpusatnya untuk usaha swasta kecil dan menengah karena kesengsaraan ekonomi yang meningkat.
Kuba telah mengumumkan pembukaan kembali penerbangan langsung antara Moskow dan resor tepi laut Varadero. Turis Rusia sudah bisa menggunakan sistem pembayaran Mir Rusia di negara itu sejak Maret.
Dukungan Tanpa Syarat
Kunjungan Rusia ke negara pulau Karibia itu terjadi beberapa bulan setelah Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengunjungi Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.
Kedua entitas komunis itu adalah sekutu dekat selama Perang Dingin. Namun kerja sama itu tiba-tiba dihentikan pada 1991 ketika blok Soviet dibubarkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!