Kawal Pemilu Nasional Mondial Polkam Ekonomi Daerah Megapolitan Olahraga Otomotif Rona Telko Properti The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis Liputan Khusus

Diguncang Gempa Terdahsyat, Tiongkok Akan Beri Bantuan Kemanusiaan 50 Juta Yuan untuk Afghanistan

Foto : xinhua

Dubes Tiongkok Wang Yu menyerahkan bantuan kepada Wakil Menteri Urusan Pengungsi Afghanistan Arsala Kharoti di Kabul, capital Afghanistan pada 13 Desember 2021.

A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING - Pemerintah Tiongkok memutuskan untuk memberi bantuan kemanusiaan darurat senilai 50 juta yuan atau sekitar Rp110,8 miliar (1 yuan = Rp2.211) kepada Afghanistan usai gempa bumi bermagnitudo 5,9.

Rencana tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin menanggapi pertanyaan tentang perkembangan bantuan kemanusiaan darurat Tiongkok untuk Afghanistan pada Sabtu (25/6).

Gempa bumi yang mengguncang Afghanistan pada Rabu (22/6) menjadi gempa terdahsyat yang melanda negara tersebut dalam kurun lebih dari 20 tahun terakhir.

Bencana tersebut menyebabkan setidaknya 1.500 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya luka-luka, serta menghancurkan lebih dari 3.000 rumah, ungkap Wang.

Dia menjelaskan jumlah korban jiwa pun masih terus bertambah.

Bantuan yang diberikan oleh Tiongkok tersebut akan mencakup tenda, handuk, kasur lipat, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan warga Afghanistan, kata Wang.

Gelombang pengiriman pertama bantuan tersebut dijadwalkan menggunakan pesawat sewaan pada 27 Juni.

Kemudian tahap berikutnya, Tiongkok akan berkoordinasi erat dengan pemerintahan sementara Afghanistan untuk memastikan pasokan bantuan dikirim kepada mereka yang membutuhkan sesegera mungkin serta membantu warga Afghanistan mengatasi kesulitan mereka saat ini, jelas Wang.

"Kami sangat yakin bahwa dengan upaya bersama dari pemerintahan sementara Afghanistan dan semua lapisan masyarakat, serta bantuan masyarakat internasional, sejumlah warga di wilayah yang terdampak akan dapat segera mengatasi bencana ini, mempercepat pembangunan kembali rumah mereka, serta melanjutkan produksi dan kehidupan normal mereka," demikian Wang.


Redaktur : Lili Lestari
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top