Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Mana Asal-Usul Nama Bulan?

📅 Jumat, 14 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Dari Mana Asal-Usul Nama Bulan? Doc: afp/ Valerie GACHE

September, Oktober, November, dan Desember sebenarnya adalah nama Romawi untuk bulan ketujuh, kedelapan, kesembilan, dan kesepuluh. Lalu bagaimana kerancuan ini bermula?

Setiap orang hafal nama-nama bulan mulai dari Januari sebagai bulan pertama hingga Desember sebagai bulan terakhir. Namun masih banyak yang belum tahu dari mana nama bulan-bulan tersebut dicetuskan dan dari mana asalnya.

Nama bulan tersebut muncul pada era Kekaisaran Romawi. Jika ada pertanyaan mengapa setiap tahun diakhiri dengan bulan September, Oktober, November, dan Desember padahal keempatnya artinya bulan ketujuh, kedelapan, kesembilan, dan kesepuluh? Untuk itu bisa menyalahkan orang Romawi.

Caillan Davenport, dosen senior Sejarah Romawi dari Universitas Macquarie, Australia, menerangkan bahwa tahun Romawi awalnya memiliki sepuluh bulan, sebuah kalender yang dianggap berasal dari raja pertama yang legendaris, Romulus. Berbagai tradisi mengaitkannya dengan pendirian banyak lembaga hukum, politik, agama, dan sosial tertua di Roma yang diberi sebutan menurut namanya.

Menurut tradisi yang penuh dengan mitologi, Romulus menamai bulan pertama, Martius, menurut nama ayahnya sendiri, Mars (Maret), dewa perang. Bulan ini disusul oleh Aprilis (April), Maius (Mei, dan Iunius (Juni), nama-nama yang diambil dari nama dewa atau aspek kebudayaan Romawi.

Namun setelah itu nama bulan bukan lagi berasal dari nama dewa lagi. Bulan-bulan berikutnya hanya diberi nama sesuai urutan angkanya seperti bulan kelima (Quintilis), bulan keenam (Sixtilis), dan seterusnya, hingga bulan kesepuluh yaitu Desember.

Penetapan dua bulan tambahan, Ianuarius (Januari) dan Februarius (Februari), pada awal tahun dikaitkan dengan Numa, raja kedua Roma. Terlepas dari kenyataan bahwa sekarang ada 12 bulan dalam tahun Romawi, nama-nama numerik dari bulan-bulan berikutnya tidak diubah.

Jika Januari mengambil namanya dari Janus, dewa awal dan akhir Romawi, maka Februari berasal dari kata februa atau Fenruarius yang merupakan perayaan dan upacara penyucian atau pemurnian bagi bangsa Romawi kuno untuk menyambut datangnya musim semi di belahan Bumi utara.

Penamaan bulan ini bermula dengan festival Lupercalia yang diadakan setiap tahun pada tanggal 15 Februari, sebuah perayaan tahunan bangsa Romawi kuno untuk melawan roh-roh jahat dan memurnikan kota, memberikan kesehatan dan kesuburan.

Asal usul beberapa nama bulan masih diperdebatkan bahkan oleh orang Romawi sendiri. Salah satu tradisi mengatakan bahwa Romulus menamai April dengan nama Dewi Aphrodite, yang lahir dari buih laut atau aphros dalam bahasa Yunani kuno.

Aphrodite yang dikenal sebagai Venus bagi orang Romawi adalah ibu dari Aeneas. Ia melarikan diri dari Kota Troya ke Italia dan mendirikan ras Romawi. Versi lainnya adalah bahwa bulan April berasal dari kata kerja Latin aperio yang artinya "membuka", merujuk pada kuncup bunga yang mulai terbuka di musim semi.

Seperti yang ditulis penyair Ovid: "Karena mereka mengatakan bahwa bulan April dinamai berdasarkan musim membuka karena musim semi kemudian membuka segala sesuatu dan hawa dingin yang beku akibat embun pun hilang, serta Bumi pun membuka kembali tanahnya yang padat … ."

Ada perdebatan serupa tentang asal usul bulan Mei dan Juni. Ada cerita bahwa Romulus menamai keduanya setelah dua divisi dari badan warga negara laki-laki Romawi, maiores artinya lebih tua (senior) dan dan iuniores artinya junior. Namun, diyakini juga bahwa nama kedua bulan itu berasal dari Dewi Maia dan Juno, Dewi perang.

Perubahan dan Kesalahan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.