Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dapatkan Greenland, Kehilangan Norwegia

📅 Kamis, 16 Jan 2025, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dapatkan Greenland, Kehilangan Norwegia Doc: Istimewa

Perdamaian Kiel yang ditandatangani pada tanggal 14 Januari 1814 dengan Swedia sangat merugikan Kerajaan Denmark. Akibatnya negara ini kehilangan Norwegia, akibat bersekutu dengan Prancis selama Perang Napoleon.

1736959236_3b58544465ff7fe53005.jpg

Foto: Istimewa

Dalam Perdamaian Kiel ditentukan bahwa Denmark harus menyerahkan Norwegia kepada raja Swedia. Hanya bekas jajahan Norwegia yaitu Islandia, Greenland, dan Kepulauan Faroe yang tetap menjadi milik Denmark. Pulau strategis Helgoland yang terletak di Laut Utara terpaksa diserahkan kepada Inggris, yang saat menjadi bagian dari Jerman.

Sejarah Norwegia bermula pada akhir abad ke-18. Pada saat itu Denmark mengalami masa kemakmuran yang besar. Negara ini antara lain mendapat keuntungan dari tindakan merkantilisme Perancis yang melarang perdagangan dengan Inggris.

Perdagangan dan pelayaran Denmark mendapat manfaat dari hal ini. Pada tahun 1780, Denmark-Norwegia mengadakan apa yang disebut ‘aliansi netralitas bersenjata’ dengan Swedia dan Prusia, untuk melindungi perdagangan negara-negara netral. Rusia kemudian juga bergabung dengan aliansi ini.

Di Inggris, orang-orang menyaksikan dengan cemas ketika Denmark mendapat keuntungan dari perdagangan dengan Perancis. Pada tahun 1801, armada Inggris yang dipimpin oleh Laksamana Horatio Nelson menyerang Kopenhagen. Sebagian besar armada Denmark dihancurkan dan Denmark terpaksa meninggalkan ‘perjanjian netralitas bersenjata.’

Pada tahun-tahun berikutnya, Denmark awalnya tetap netral. Pada tahun 1807 hal ini berubah. Setelah Napoleon menyimpulkan aliansi dengan Rusia pada tahun itu, Inggris khawatir Denmark akan bergabung dengan aliansi ini.

Armada Inggris kemudian melancarkan serangan lagi ke Kopenhagen. Sebagian besar armada baru Denmark disita sehingga tidak dapat digunakan dalam kemungkinan serangan Prancis-Denmark di Inggris.

Prancis telah memanfaatkan kapal dengan baik sejak kekalahan di Trafalgar pada tahun 1805. Denmark bereaksi dengan marah dan menyatakan perang terhadap Inggris. Beberapa tahun kemudian, pasukan Denmark bertempur di pihak Prancis selama Pertempuran Stralsund, di mana perwira Prusia Ferdinand von Schill, yang memberontak melawan Napoleon, terbunuh.

1736959245_6a176067eecc02142d5d.jpg

Foto: Wikimedia Commons

Sementara itu, perekonomian Denmark telah mengalami kemerosotan selama beberapa tahun. Pada tahun 1813 negara tersebut bangkrut dan negara tersebut menghadapi krisis pertanian. Selain itu, Denmark menjadi terisolasi secara militer karena pasukan Sekutu dari Koalisi Keenam mengusir pasukan Prancis dari Jerman utara.

Setelah kekalahan besar Napoleon di Leipzig, Putra Mahkota Swedia Charles Johan menyerbu wilayah Denmark. Raja Frederick VI dari Denmark terpaksa melakukan negosiasi perdamaian karena semua perkembangan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.