Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dapat Cuan dari Ikan Dingkis di Tahun Baru Imlek

📅 Minggu, 22 Jan 2023, 07:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dapat Cuan dari Ikan Dingkis di Tahun Baru Imlek Doc: ANTARA/Yude
Ket. Nelayan Belakangpadang mencium ikan dingkis hasil tangkapan dari kelong miliknya.

BATAM - Pada pagi buta, Laili sudah bangun dari tidurnya. Dia langsung bergegas menghabiskan makanan yang sudah disiapkan istrinya sejak tadi malam.

Setelah semua beres, Laili beranjak meninggalkan rumahnya yang berada di Pulau Belakangpadang, Kota Batam, menuju pelabuhan untuk memanaskan mesin kapal pancung 4 PK (Paard Kracht) miliknya, sebelum menuju ke kelong untuk mencari ikan dingkis.

Menjelang Imlek, banyak penduduk pulau di Belakangpadang mendadak beralih profesi menjadi nelayan untuk mencari ikan dingkis. Dari yang awalnya adalah guru ngaji, seperti Laili, menjelang Imlek ini dia beralih menjadi nelayan untuk mendapatkan cuan.

Ikan dingkis memang menjadi harta karun bagi masyarakat pulau menjelang Imlek. Bagaimana tidak, harganya bisa melonjak 10 kali lipat lebih. Bila pada hari-hari biasa harga ikan dingkis hanya Rp30 ribu per Kg, menjelang Imlek, bisa mencapai Rp400 ribu hingga Rp 500 ribu per Kg.

"Pernah dalam sehari aja kami dapat puluhan juta," kata Laili, saat berbincang dengan Antara.

Dari pengalaman dia dan masyarakat setempat, ikan dingkis ini memang lebih spesial menjelang Imlek. Percaya atau tidak, ikan dingkis ini hanya bertelur menjelang Imlek. Selepas itu tidak pernah lagi ditemukan ikan dingkis yang bertelur. Selain itu, masyarakat percaya bahwa menjelang Imlek ini bau ikan tersebut juga tidak terasa amis.

"Coba saja kalau hari biasa, tidak banyak yang suka, karena amis," ucap Laili.

Tak heran bila kemudian masyarakat Tionghoa yang ada di pesisir Malaka percaya, mengonsumsi ikan ini saat Imlek akan membawa keberuntungan. Itu pulalah yang membuat harga ikan dingkis ini melonjak tinggi.

Apalagi, ikan dingkis yang berasal dari Belakangpadang ini menjadi yang paling diminati oleh orang-orang Singapura. Kata Laili, orang Singapura bisa membedakan mana yang ikan dingkis dari Belakangpadang dengan ikan dingkis hasil tangkapan dari daerah lain.

"Rezeki orang-orang Melayu di sinilah kalau lagi Imlek, mencari ikan dingkis," kata dia, sambil mencium ikan tersebut.

Sayangnya pada tahun ini, harga ikan dingkis sedikit menurun karena kualitasnya ikan dingkis kurang bagus. Telur ikan dingkis di tahun ini tidak banyak dan tidak gemuk dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Saat ini harga ikan dingkis hanya sekitar Rp100 ribu sampai Rp300 ribu per Kg.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengecek ikan dingkis di kelong, untuk memilah ikan dingkis yang akan dijual. Karena tidak hanya ikan dingkis saja yang masuk ke kelong, tapi banyak jenis.

Karena itu, jenis ikan yang lain tak diambil, kecuali hanya ikan dingkis.

Selain mengandalkan usaha secara fisik, masyarakat juga mengadakan doa selamat yang disampaikan kepada Tuhan yang Maha Kuasa agar bisa mendapatkan ikan dingkisserta terhindar dari malapetaka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.