Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Crystal Lagoon dan Bintan Mangrove Jangan Terlewatkan

📅 Sabtu, 11 Des 2021, 00:00 WIB | Oleh:
Crystal Lagoon dan Bintan Mangrove Jangan Terlewatkan Doc: istimewa
Ket. Pesona Crystal Lagoon

Bintan memiliki dua tempat wisata andalan yang menjadi tujuan wajib wisatawan yaitu kolam renang raksasa dan hutan mangrove. Kolam Crystal Lagoon berada di Treasure Bay saat ini menjadi kolam renang yang banyak dikunjungi, sedangkan Bintan Mangrove menawarkan ekowisata hutan bakau alami.
Kolam Crystal Lagoon berada di Kawasan Pariwisata, Jalan Raja H No KM 01, Sebong Lagoi, Teluk Sebong, Kabupaten Bintan. Yang menakjubkan, kolam renang ini memiliki luas 6,3 hektare sekaligus menjadi kolam renang terbesar Asia Tenggara saat ini.
Kolam renang ini dikelilingi oleh taman dan saat ini saat ini terdapat resor dan hotel. Di sisi timur terdapat resor kelas bintang lima bernama Natra Bintan, a Tribute Portfolio Resort. Sedangkan di sisi barat terdapat hotel bintang lima dengan nama Treasury Bay.
Kolam renang terbesar di Asia Tenggara bisa dinikmati tanpa harus menjadi tamu hotel. Desain Crystal Lagoon mirip dengan laguna alami. Airnya diambil dari laut melalui proses penyulingan yang minim penggunaan bahan kimia. Hasilnya airnya terlihat jernih dan berwarna biru dan pendaran lantai kolam renang.
Bibir kolam renang ini dibuat mirip di pantai dengan kemiringan yang landai. Tidak hanya berenang dan wisatawan juga bisa melakukan berbagai olahraga air di kolam ini, mulai dari main seluncuran dengan aneka kelokan, paddleboarding, flyboarding, kayak, jet ski, sampai waterski.
Karena kerap digunakan untuk beberapa kegiatan wisata bahari, dibuat penanda perbedaan ketinggian air. Dengan demikian pengunjung bisa berhati-hati untuk menggunakan kolam renang sesuai dengan fungsinya untuk menjaga keamanan.
Untuk bisa menikmati sensasi berada di kolam renang raksasa ini bisa membeli tiket dengan harga 100.000 rupiah per orang. Namun pengelola juga menyediakan tiket terusan seharga mulai dari 750.000 rupiah per orang sehingga bisa menikmati semua wahana selama satu hari tanpa perlu membayar lagi.
Salah satu yang tidak boleh terlewatkan saat di Bintan adalah menikmati Bintan Mangrove yang berada di kawasan wisata di Sungai Sebong yang sungai yang membelah kawasan Kampung Lagoi dan Desa Sebong Lagoi yang ada di Pulau Bintan. Luas kawasan ekowisata ini mencapai 6,8 kilometer persegi atau 680 hektare yang bisa dijelajahi dengan menggunakan perahu.
Ada dua cara untuk bisa menikmati hutan mangrove yang memukau ini. Pertama, dengan berjalan kaki menyusuri hutan di jembatan kayu yang telah disediakan. Kedua, dengan mengarungi sungai menggunakan speedboat.
Jika dengan speedboat, perlu merogoh kocek kurang lebih 380.000 per orang. Dengan tarif itu itu, wisatawan pun akan diajak untuk menjelajahi Sungai Sebong sepanjang 6,8 kilometer dimana sepanjang rute itu kita akan disuguhi pemandangan dan hutan bakau di kanan-kini.
Sesekali pengunjung akan diajak masuk untuk menyusuri langsung ke dalam hutan rindang, oleh tumbuhan mangrove yang tinggi menjulang. Dalamnya akan dijumpai keanekaragaman flora dan fauna yang masih sangat terjaga di kawasan hutan tersebut.
Spesies monyet, berang-berang, ular pohon hingga ribuan kunang-kunang yang akan menyala pada malam hari. Karena pohon bakau yang rindang dan lebat, maka cahaya matahari akan sangat minim masuk ke permukaan hutan.
Di Bintan Mangrove terdapat tiga zona yang bisa ditelusuri mulai dari zona air asin, payau, dan yang terakhir zona air tawar. Di zona air asin akan terlihat "dapur arang" berupa bangunan igloo dari batu bata yang merupakan tempat untuk menghasilkan arang dari kayu mangrove.
Kegiatan membuat arang dari kayu mangrove kini tinggal cerita karena sudah dilarang. Yang tersisa peninggalannya saja berupa bangunan tungku dari batu bata merah yang sudah tidak terawat. Masuk ke zona air payau, akan terlihat pemandangan bekas kapal pengangkut pasir.
Di sepanjang perjalanan menyusuri Sungai Sebong di Bintan Mangrove, akan menjumpai bermacam penginapan dan resor yang tersedia di pulau ini. Jika tertarik, kita bisa menginap di kawasan hutan yang terhubung dengan kawasan luar dengan transportasi perahu. n hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Inilah 3 Usulan Flagship Program Kemenekraf 2027

15 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Inilah 3 Usulan Flagship Pr...
Daerah
Dampak Gempa 6,7R, Pemkot t...
Ekonomi
Evaluasi Kinerja, Kepala BP...
Ekonomi
Kolaborasi Kemenekraf, Indo...

Wali Kota: Bandung Gelar Sensus Ekonomi 2026

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota: Bandung Gelar Se...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: Palu Diguncang Gempa Tektonik Daratan Magnitudo 6,7

BMKG: Palu Diguncang Gempa Tektonik Daratan Magnitudo 6,7

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.