Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ChatGPT Mampu Bikin Naskah Akademik Selevel Artikel Jurnal, Pantas Saja Dilarang

📅 Sabtu, 11 Feb 2023, 14:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
ChatGPT Mampu Bikin Naskah Akademik Selevel Artikel Jurnal, Pantas Saja Dilarang Doc: towardsai.net
Ket. Ilustrasi - ChatGPT bisa saja berguna bagi kelompok peneliti yang biasanya kesulitan mendapatkan sumber daya finansial untuk menyewa bantuan riset tradisional (manusia).

Brian Lucey, Trinity College Dublin dan Michael Dowling, Dublin City University

Beberapa penerbit jurnal ilmiah terbesar di dunia kini telah melarang atau membatasi para penulisnya untuk memakai ChatGPT, bot percakapan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Bot ini memakai informasi dari berbagai sudut internet untuk menghasilkan jawaban-jawaban yang cukup baik untuk berbagai pertanyaan. Oleh karenanya, para penerbit khawatir bahwa karya yang tidak akurat atau karya hasil plagiasi bisa saja masuk ke dalam laman-laman literatur akademik yang mereka publikasikan.

Beberapa peneliti bahkan mendaftarkan bot ini sebagai rekan penulis (co-author) dalam studi - penerbit merespons ini dengan melarangnya. Tapi kepala editor Science, salah satu jurnal ilmiah ternama di dunia, mengambil satu langkah lebih dan memutuskan untuk mengharamkan penggunaan teks hasil olahan ChatGPT dalam bentuk maupun untuk tujuan apapun dalam naskah-naskah yang diajukan.

Tak heran bahwa penggunaan bot percakapan semacam ini menjadi perhatian banyak publikasi akademik. Riset terbaru kami, yang terbit di Finance Research Letters, menunjukkan bahwa ChatGPT mampu menuliskan artikel akademik dalam bidang keuangan yang layak masuk jurnal ilmiah.

Tentu performa bot ini punya kekurangan dalam beberapa aspek. Tapi, tinggal kami tambahkan saja keahlian dan wawasan kami, kemudian program ini sudah bisa melampaui berbagai keterbatasannya di mata para penelaah jurnal.

Meski demikian, kami berpandangan bahwa para penerbit dan peneliti tak serta merta harus menganggap ChatGPT sebagai ancaman. Kami menganggap ChatGPT bisa menjadi alat bantu yang potensial dalam melakukan penelitian - sebutlah asisten elektronik yang murah atau bahkan gratis.

Pemikiran kami begini: jika semudah itu mendapatkan jawaban-jawaban yang bagus dari ChatGPT, mungkin para peneliti tinggal mengambil langkah esktra untuk bisa memakainya demi menghasilkan riset yang luar biasa.

Misalnya, kami pertama menanyakan ChatGPT untuk menghasilkan empat bagian umum dalam studi: ide penelitian, kajian literatur (suatu evaluasi atau reviu dari studi-studi yang sudah dilakukan sebelumnya tentang topik ini), data, dan rekomendasi untuk proses pengujian dan penyelidikan lanjutan. Kami hanya menentukan tema umum dan bahwa hasilnya harus bisa terbit dalam "jurnal keuangan yang bagus".

Ini adalah versi satu dari penggunaan ChatGPT kami. Untuk versi dua, kami memasukkan hampir 200 abstrak terkait studi-studi relevan yang sudah ada ke dalam jendela ChatGPT. Kami kemudian meminta program untuk mempertimbangkan hal-hal ini saat merancang empat tahap penelitian tersebut.

Kemudian untuk versi tiga, kami menambahkan "keahlian domain" - input dari peneliti dan akademisi. Kami membaca jawaban-jawaban yang dihasilkan oleh bot tersebut dan memberikan rekomendasi perbaikan. Dengan begitu, kami mengintegrasikan keahlian kami dengan kemampuan ChatGPT.

Hingga akhirnya, kami meminta panel berisi 32 penelaah untuk masing-masing mereviu satu versi bagaimana ChatGPT bisa digunakan untuk menghasilkan studi. Mereka diminta menilai apakah karya-karya tersebut cukup komprehensif, tepat, dan apakah menawarkan kebaruan yang cukup untuk bisa terbit dalam jurnal keuangan yang "bagus".

Pelajaran utama yang kami ambil adalah bahwa seluruh studi yang kami hasilkan dengan bantuan ChatGPT dianggap layak oleh para penelaah ahli. Ini cukup mencengangkan: suatu bot percakapan dianggap mampu menghasilkan ide-ide riset berkualitas.

Ini tentu memantik banyak pertanyaan fundamental terkait makna dari kreativitas dan kepemilikian ide-ide kreatif - pertanyaan-pertanyaan yang tak ada satu pun bisa menjawab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.