Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD: 11 Kecamatan di Sukabumi Dilanda Bencana Hidrometeorologi

📅 Selasa, 12 Nov 2024, 00:48 WIB | Oleh:
BPBD: 11 Kecamatan di Sukabumi Dilanda Bencana Hidrometeorologi Doc: ANTARA/Aditya A Rohman
Ket. Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi bersama unsur Forkopimcam Cicurug saat meninjau lokasi TPT ambruk akibat longsor yang terjadi di Kampung Nyalindung, RT 03/04, Desa/Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Senin, (11/11).

SUKABUMI - Hasil rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan ada 12 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jabar yang dilanda bencana hidrometeorologi yakni longsor dan angin puting beliung.

"Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini, hanya saja sebanyak 14 kepala keluarga atau 42 jiwa terdampak bencana," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdaops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Senin.

Adapun kejadian bencana tanah longsor di Kampung Nyalindung, RT 03/04, Desa/Kecamatan Cicurug, Kampung Warungceuri, RT 14/6, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parugkuda, Kampung Cirampo, RT 43/9, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah.

Kemudian, Kampung Babakangobang, RT 4/5, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kampung Ancol, RT 04/03, Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya dan Kampung Babakanpeundeuy, RT 03/03, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu.

Sementara untuk bencana angin kencang terjadi di Kampung Tangkil, RT 01/05, Desa Lebaksari, Kecamatan Parakansalak, Kampung Sekarwangi, RT 04/17, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kampung Manggu, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang.

Selanjutnya, Kampung CIhanjawar, RT 01/07, Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Kampung CIkadu, RT 02/07, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh dan Kampung Cigadog, RT 06/02, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan.

Akibat kejadian ini sebanyak empat unit rumah rusak sedang, delapan unit rusak ringan dan delapan unit terancam. Kemudian untuk fasilitas umum, ada satu unit sekolah mengalami kerusakan dan empat unit tembok penahan tanah (TPT) ambruk. Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp350 ribu.

Bencana ini dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang yang terjadi dari pagi hingga menjelang malam. Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada karena potensi terjadinya bencana hidrometeorologi cukup tinggi.

Bahkan sesuai prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan hujan deras disertai angin kencang masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan yang bisa memicu terjadinya bencana serupa seperti longsor, angin puting beliung, banjir dan lainnya.

Daeng mengatakan untuk meminimalkan dampak bencana dan mempercepat penanggulangan, pihaknya sudah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sukabumi serta petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK).

Selain itu, ia mengimbau kepada warga jika di daerahnya atau mengetahui adanya kejadian bencana untuk segera melapor kepada instansi pemerintahan terdekat agar bisa segera ditindaklanjuti sehingga kerugian bisa ditekan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.