Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bogor-Bappenas Sinkronkan Pembangunan Kesehatan

📅 Jumat, 22 Mar 2024, 04:00 WIB | Oleh:
Bogor-Bappenas Sinkronkan Pembangunan Kesehatan Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor
Ket. Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu bersama jajaran kepala dinas Pemerintah Kabupaten Bogor di Kantor Bappenas RI, Jakarta.

BOGOR - Sinkronisasi pembangunan layanan kesehatan Kabupaten Bogor tengah dilaporkan ke Bappenas oleh penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu. Untuk itu, dia menyambangi Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta.

Dalam kunjungan, Rabu (20/3), Pj Bupati membawa sejumlah Kepala Dinas untuk mendiskusikan rencana pembangunan layanan kesehatan, khususnya pengoptimalan semua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Kabupaten Bogor. "Kami sudah paparkan beberapa kebutuhan pembangunan rumah sakit yang ada di Kabupaten Bogor dan mendapat respons positif dari Bappenas," ungkap Asmawa di Bogor, Kamis (21/3).

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Bappenas akan melakukan kajian mendalam mengenai segala kebutuhan yang diusulkan dalam pertemuan tersebut. Salah satu usulannya untuk mewujudkan layanan kesehatan RSUD Parung yang saat ini masih berstatus klinik.

Asmawa menyebutkan Kabupaten Bogor sudah sepatutnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat, karena daerah tersebut berada pada posisi strategis sebagai penyangga Ibu Kota dengan jumlah penduduk terbanyak, 5,4 juta jiwa. "Maka kita berharap agar mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat terutama dalam rangka memenuhi pelayanan kesehatan yang lebih prima lagi di Kabupaten Bogor," kata Asmawa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina, menjelaskan pemerintah Kabuaten Bogor berupaya mendapatkan tambahan anggaran untuk melanjutkan pembangunan RSUD Parung. Karena saat ini bangunan tersebut baru melalui tahap satu, sehingga hanya difungsikan sebagai klinik dengan layanan rawat inap, instalasi gawat darurat (IGD), dan unit perawatan intensif atau ICU.

"Besar harapan melalui kegiatan ini kita bisa diberikan anggaran untuk melanjutkan pembangunan RSUD Parung, agar bisa mengakomodasi layanan menjadi rumah sakit," kata Mike.

RSUD Cibinong

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor, berhasil memangkas waktu tunggu pelayanan kesehatan melalui Program Laras atau Optimalisasi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit. Direktur RSUD Cibinong, Yukie Meistisia, di Cibinong, Rabu, menjelaskan melalui program tersebut, masyarakat bisa mengoptimalkan antrean secara online sehingga penumpukan di rumah sakit dapat terurai.

Menurut dia, program hasil kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ini bertujuan untuk mempercepat waktu pelayanan rawat jalan di rumah sakit, sehingga peningkatan mutu betul-betul bisa dirasakan oleh pasien.

"Program Laras merupakan metode yang digunakan untuk mewujudkan pelayanan yang mudah dan cepat," ungkap Yukie. Dia menerangkan untuk transformasi pelayanan kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan dan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), diperlukan inovasi. Ini berorientasi pada peningkatan mutu layanan. Salah satunya adalah kemudahan dan kecepatan dalam mengakses pelayanan rawat jalan rumah sakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.