Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bocah 5 Tahun Tewas dalam Ledakan Ruang Hiperbarik di Fasilitas Medis Michigan

📅 Minggu, 02 Feb 2025, 09:17 WIB | Oleh:
Bocah 5 Tahun Tewas dalam Ledakan Ruang Hiperbarik di Fasilitas Medis Michigan  Doc: AP
Ket. Ruang hiperbarik di Oxford Center di Brighton, Michigan, ditampilkan pada 8 Februari 2024.

TROY - Sebuah ruang oksigen bertekanan meledak pada hari Jumat (31/1), menewaskan seorang pasien, bocah berusia 5 tahun, dan melukai ibunya di sebuah fasilitas medis pinggiran kota Detroit.

Associated Press melaporkan, ledakan ruang hiperbarik terjadi sekitar pukul 8 pagi di Oxford Center di Troy, utara Detroit.

Anak tersebut, yang berasal dari Royal Oak, Michigan, berada di dalam mesin dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

“Ibu anak tersebut menderita beberapa luka di lengannya karena ia berdiri tepat di samping ruang penyimpanan saat ledakan terjadi,” kata Letnan Polisi Troy Ben Hancock. “Kami tidak tahu persis apa yang dialami anak tersebut saat dirawat di pusat tersebut hari ini.”

Terapi oksigen hiperbarik meningkatkan pengiriman oksigen ke tubuh seseorang dengan menyediakan oksigen murni di ruang tertutup dengan tekanan udara lebih tinggi dari biasanya, menurut Mayo Clinic.

Mayo Clinic mengatakan terapi tersebut mencakup perawatan untuk penyakit dekompresi, penyakit jaringan serius atau luka, gelembung udara yang terperangkap dalam pembuluh darah, keracunan karbon monoksida, dan kerusakan jaringan akibat terapi radiasi.

Ruang hiperbarik mengandung 100% oksigen, yang jumlahnya hingga lima kali lipat jumlah oksigen di ruangan normal, kata Letnan Pemadam Kebakaran Troy Keith Young pada hari Jumat dalam sebuah konferensi pers.

“Keberadaan oksigen dalam jumlah yang tinggi dalam lingkungan bertekanan dapat membuatnya sangat mudah terbakar,” kata Young. “Kami melakukan penyelidikan awal. Ini sangat jarang terjadi, jadi kami tidak yakin apa yang menyebabkannya.”

Staf dari klinik tersebut juga berada di ruangan itu, tetapi tidak mengalami cedera.

Ledakan itu hanya terjadi di dalam ruangan. Api di ruangan itu harus dipadamkan, kata Young.

Oxford Center mengatakan melalui email bahwa kebakaran tersebut bermula di dalam ruang oksigen hiperbarik.

"Keselamatan dan kesejahteraan anak-anak yang kami layani adalah prioritas utama kami," kata pusat tersebut.

"Tidak ada yang seperti ini yang terjadi selama lebih dari 15 tahun kami menyediakan terapi jenis ini. Kami tidak tahu mengapa atau bagaimana ini terjadi dan akan berpartisipasi dalam semua investigasi yang sekarang perlu dilakukan."

Young mengatakan, penyelidikan atas ledakan dan kebakaran akan diserahkan kepada negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.