BKKBN-Kemenparekraf Teken MoU Ciptakan Produk Protein Cegah Stunting
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (kanan) saat menandatangani MOU bersama Menparekraf Sandiaga S. Uno (kiri) pada Kamis (15/12/2022).
Foto: ANTARA/BKKBNJAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggaet Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menandatangani nota kesepahaman (MOU) guna menciptakan produk protein hewani untuk mencegah stunting di bidang ekonomi kreatif.
"Kita semua harus bergandengan tangan berkomitmen untuk bahu membahu saling menjaga, membantu dan mendukung segala daya upaya demi kemajuan bersama," kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangan tertulis BKKBN di Jakarta, Sabtu (17/12).
Pada Rapat Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Rakornas) Tahun 2023 yang digelar Kamis (15/12), Sandiaga menuturkan bangkitnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih berkualitas dan berkelanjutan, menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya demi peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat.
Namun, hal tersebut dapat tercapai jika taraf hidup masyarakat sejahtera dan berkualitas yang bisa diwujudkan ke dalam bingkai "3-si" yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi diiringi dengan semangat 3G Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama) dan Gaspol (garap semua potensi online).
"Saya berharap dengan adanya kerja sama antara Kemenparekraf dengan BKKBN, dapat semakin memacu seluruh stakeholders serta gerakan pentahelix dalam kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyatakan adanya kerja sama tersebut, BKKBN dan Kemenparekraf dapat menciptakan produk pangan lokal hewani dalam rangka menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul bebas dari stunting.
Guna menciptakan generasi Indonesia unggul, menurutnya negara harus melakukan sebuah revolusi pola pikir mengenai asupan makan. Sebab, masih banyak masyarakat yang mengonsumsi makanan instan ketimbang protein hewani seperti ikan atau telur yang mengandung protein tinggi.
Oleh karenanya, kerja sama menjadi kunci utama dalam menyiapkan generasi yang unggul untuk Indonesia Maju di tahun 2045. Bersama Kemenparakraf, dirinya berharap bisa menurunkan tingkat kehamilan muda yang tinggi di wilayah pariwisata untuk membangun sumber daya manusia berkualitas.
- Baca Juga: Apel Pengawasan Pilkada
- Baca Juga: DPO Kasus Judi Online W88 Dipulangkan dari Filipina
"Terima kasih Pak Menteri karena kami telah dibuatkan MOU. Nanti ekonomi kreatif menciptakan produk-produk lokal yang bisa untuk memproduksi protein hewani, itu yang paling penting," kata Hasto.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Tag Terkait:
Berita Trending
- 1 Indonesia Tunda Peluncuran Komitmen Iklim Terbaru di COP29 Azerbaijan
- 2 Electricity Connect 2024, Momentum Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional
- 3 Penerima LPDP Harus Berkontribusi untuk Negeri
- 4 Ini yang Dilakukan Kemnaker untuk Mendukung Industri Musik
- 5 Tim Putra LavAni Kembali Tembus Grand Final Usai Bungkam Indomaret
Berita Terkini
- World Plastics Council and Global Plastics Alliance Minta Akhiri Polusi Plastik
- Lima Remaja Diamankan Polisi Saat Hendak Tawuran di Jakarta Barat
- Ini Peringkat 30 Eksportir Terbesar di Dunia, Indonesia Nomor 3 dari Belakang
- Memiliki Ide Memajukan Jakarta, Rujaks Deklarasi Dukung Ridwan Kamil – Suswono
- Terus Bertambah, Daop 7 Catat 13.489 Tiket Terpesan di Libur Natal dan Tahun Baru 2025