Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berpotensi Koreksi Lanjutan

📅 Selasa, 09 Jan 2024, 09:08 WIB | Oleh:
Berpotensi Koreksi Lanjutan Doc: istimewa

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pergerakan di zona merah, hari ini (9/1). Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sejumlah faktor meliputi pergerakan harga komoditas dunia dan nilai tukar rupiah serta sentimen dari bursa global.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Selasa (9/1), rawan melanjutkan koreksi dengan support di 7.245 dan resistance di 7.371.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/1) sore, ditutup melemah seiring adanya aksi profit taking (ambil untung) para pelaku pasar. IHSG ditutup melemah 67,04 poin atau 0,91 persen ke posisi 7.283,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,82 poin atau 1,00 persen ke posisi 976,43.

"Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini cenderung berada di awal fase downtrendnya setelah mencatatkan rekor All Time High (ATH)-nya, yang kami perkirakan karena adanya aksi profit taking, dan di sisi lain koreksi IHSG dipengaruhi oleh pergerakan bursa Asia yg pada hari ini mayoritas tercatat terkoreksi, serta pergerakan harga minyak dunia yg bergerak terkoreksi," ujar Didit, sapaan akrab Herditya Wicaksana di Jakarta.

Selain itu, Didit juga mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga terpantau melemah.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat yaitu dipimpin sektor properti sebesar 0,50 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor keuangan yang naik masing- masing sebesar 0,19 persen dan 0,09 persen.

Sedangkan delapan sektor turun yaitu sektor berang baku turun paling dalam minus 1,28 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing turun sebesar 0,50 persen dan 0,34 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.391.747 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,56 miliar lembar saham senilai 10,70 triliun rupiah. Sebanyak 183 saham naik, 348 saham menurun, dan 243 tidak bergerak nilainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.