Nasional Mondial Ekonomi Daerah Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
PERSPEKTIF

Belanja Online Secara Cerdas

Foto : ANTARA/HO-Kemenparekraf.

Salah satu UMKM bidang kreatif yang didorong untuk memanfaatkan teknologi guna memperluas pasar.

A   A   A   Pengaturan Font

Kemajuan teknologi tak bisa dibendung. Belanja kini tidak harus pergi ke pasar seperti zaman orang tua kita dulu. Sekarang belanja bisa dilakukan secara online, baik melalui telepon seluler, personal computer, tab, maupun televisi.

Dengan sekitar 130 juta penduduk terhubung ke internet dan pengguna smartphone yang jumlahnya lebih dari 70 juta orang, bisnis e-commerce di Indonesia mengalami perkembangan sangat pesat. Dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan e-commerce mencapai 500 persen. Hal ini memberikan dampak dan pengaruh besar untuk aspek transaksi penjualan serta pembelian di e-commerce.

Dengan pertumbuhan luar biasa tersebut, Indonesia diprediksi akan memiliki 12 miliar transaksi e-commerce pada tahun 2020 mendatang. Penelitian Deloitte Indonesia pada 2018 pun memproyeksikan pertumbuhan serupa. Menurut mereka, pada tahun 2020 potensi pasar e-commerce Indonesia akan terus tumbuh hingga mencapai 20 miliar dollar AS. Potensi ini akan terus berkembang dan selanjutnya akan menjadi salah satu sektor yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Mengingat banyaknya jumlah e-commerce, nantinya hanya beberapa yang bisa mampu bertahan. Perusahaan e-commerce yang bisa bertahan adalah yang bisa memberi kepuasan konsumen, bisa mempermudah konsumen, tidak banyak dikomplain, tidak banyak pishing, dan menjual kualitas barang sesuai yang dideskripsikan atau dipromosikan

Penipuan yang dialami artis Tessa Kaunang baru-baru ini adalah salah satu contoh buruk. Putri rocker Arthur Kaunang tersebut menjadi korban penipuan saat membeli sepeda yang lagi ngetop, Brompton. Awalnya, Tessa berniat membeli sepeda Brompton warna ungu seharga 57 juta rupiah. Tessa dijanjikan diskon 60 persen sehingga harga akhirnya cuma 23 juta rupiah. Dia pun mentransfer sebesar 23 juta rupiah. Tidak lama berselang, Tessa memperoleh pemberitahuan di ponsel bahwa sepeda Bromptons udah dia terima. Kenyataannya, Tessa belum menerima sepeda yang ia pesan.

Tessa tidak sendirian. Sejumlah artis juga menjadi korban belanja secara online. Penyanyi dangdut Zaskia Gotik membeli tas Hermes 300 juta rupiah, ternyata yang diterima adalah kualitas KW alias palsu. Shireen Sungkar sudah membayar 4 juta rupiah untuk mendapatkan sepatu merk ternama. Namun hingga dua bulan menunggu, pesanan tak kunjung datang. Kemudian komika Arafah Rianty yang membeli mobil bekas seharga 1 juta rupiah. Setelah beberapa lama barang diterima, BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) tak kunjung ia terima.

Belanja online memang menarik. Saat ini seperti menjadi solusi terbaik karena kita tidak perlu ke pasar atau mall untuk membeli kebutuhan. Berikut beberapa tips saat belanja online. Lakukan Riset, caranya dengan melihat ulasan beberapa konsumen yang sudah berbelanja. Jika di online shop tersebut banyak konsumen yang meninggalkan testimony jelek, segera tinggalkan dan cari toko lain. Hindari online shop yang banyak mendapatkan rating bintang satu dan mendapat komplain dari konsumen.

Setelah itu carilah seller yang mempunyai reputasi baik. Terkadang, meskipun belanja di situs online besar yang menerapkan sistem marketplace, tetap saja ada penjual-penjual yang tidak professional. Untuk itu pastikan memilih seller terbaik yang memang sudah direkomendasikan.

Yang tak kalah penting, perhatikan deskripsi produk dengan teliti. Karena tidak jarang, pembeli menerima pesanan yang tidak sesuai dengan keinginannya karena tidak membaca dengan teliti deskripsi produk yang akan dibeli. Jangan percaya begitu saja dengan harga atau gambar yang ditampilkan. Misalnya jika hendak membeli pakaian, perhatikan ukuran dan bahannya.

Hindari penggunaan wifi publik. Risiko yang paling sering terjadi pada pembelanjaan online adalah identitas dan data pribadi dari akun dapat diketahui pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menggunakan wifi publik memiliki risiko tinggi pencurian.

Dan yang paling penting dalam melakukan transaksi online adalah simpan bukti transaksi. Selain itu, jangan lupa juga menyimpan semua infrormasi secara detail terkait transaksi. Belanja online harus secara cerdas. Jangan sampai kemudahan yang dicari tapi kesusahan yang didapat.

Komentar

Komentar
()

Top