Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Banyak Tenaga Medis Terkena Covid-19, Satgas Sebut Satu Bulan Tujuh Puskesmas di Cianjur Hentikan Pelayanan

Foto : ANTARA/Ahmad Fikri

Rumah Sakit Cimacan di Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

A   A   A   Pengaturan Font

Cianjur - Satgas COVID-19 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat selama satu bulan terakhir 7 puskesmas di wilayah tersebut terpaksa menghentikan seluruh kegiatan dan pelayanan karena sebagian besar tenaga medisnya terpapar virus Coronabaru dan menjalani isolasi mandiri.

"Satu bulan terakhir ada 7 puskesmas yang menghentikan seluruh kegiatannya karena tenaga medis dan karyawanya positif COVID-19, namun pekan ini, 4 di antaranya sudah kembali beroperasi normal," kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal di Cianjur Kamis.

Ia menjelaskan, untuk tiga puskesmas lainnya, yakniCilaku, Ciranjang dan Puskesmas Sukaluyu, masih belum beroperasi karena puluhan tenaga medis, karyawan dan keluarganya masih menjalani isolasi mandiri di rumah dan vila khusus.

Sebagian besar baru menjalani isolasi selama beberapa hari, dibawah pengawasan gugus tugas kecamatan dan tenaga medis dari puskesmas terdekat, sedangkan yang menjalani isolasi di Vila Ciherang dan BLPP Cimacan mendapat pengawasan dari satgas dan tenaga medis RSUD Cimacan.

Hingga awal bulan, tutur dia, tingkat penularan COVID-19 masih cukup tinggi, sehingga ruang isolasi terpaksa ditambah di sejumlah tempat agar pasien dengan gejala berat dapat menjalani isolasi secara maksimal.

"Kondisi mereka yang menjalani isolasi sudah mulai berangsur membaik, tercatat hingga saat ini, pasien positif COVID-19 yang masih menjalani isolasi sebanyak 1.140 orang, tersebar mulai dari mandiri, rumah sakit dan tempat khusus," katanya.

Ia menambahkan, selama pandemi hingga saat ini, jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 7.606 orang dan pasien yang sembuh tercatat 6.111, sedangkan pasien meninggal dunia sebanyak 185 orang.

Terkait penuhnya ruang isolasi terpusat, meski telah ditambah puluhan ruangan, pihaknya mengimbau warga yang terpapar COVID-19 dengan gejala ringan dan sedang, dapat menjalani secara mandiri atau di ruang isolasi yang terdapat di desa masing-masing.

"Untuk pelayanan tetap sama dengan yang diberikan di tempat isolasi di rumah sakit dan vila khusus, sehingga mereka yang terpapar tanpa gejala, dapat menjalani isolasi di ruang isolasi desa agar kesulitan ruangan dapat diatasi," katanya.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top