Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Badai Pasir Landa Tiongkok Utara

Foto : AFP/Noel Celis

Bencana Badai Pasir l Seorang perempuan bersepeda melintasi sebuah jalanan di Beijing, saat badai pasir terburuk dalam satu dekade terakhir ini menerjang wilayah Tiongkok utara pada Senin (15/3). Bencana badai pasir ini berasal dari gurun Gobi akibat embusan angin keras dari arah utara.

A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING - Beijing pada Senin (15/3) diselimuti kabut debu tebal berwarna kekuningan setelah badai pasir terburuk dalam satu dekade menerjang wilayah Ibu Kota Tiongkok itu dari arah gurun Gobi. Akibat datangnya badai pasir ini, warga Beijing diimbau untuk mengenakan kacamata pelindung, masker, dan penutup rambut.

Pemerintah Kota Beijing pun memerintahkan agar sekolah ditutup dan meminta warga untuk tinggal di dalam ruangan serta membatalkan semua aktivitas luar ruang. Ratusan jadwal penerbangan pun dihentikan.

"Badai pasir ini menyebabkan tingkat kualitas udara menjadi amat membahayakan. Jarak pandang di Beijing berkurang menjadi kurang dari 500 meter saja," demikian pernyataan Dinas Cuaca Tiongkok sembari mengumumkan bahwa badai pasir bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan di ibu kota karena telah meningkatkan kadar partikel polusi hingga sebesar 2,5 PM.

Badai pasir yang melanda Beijing ini merupakan yang terburuk dalam satu dekade ini. Pemerintah Tiongkok sebenarnya telah mencanangkan upaya untuk membangun kawasan wilayah sabuk "tembok alami hijau" dengan melakukan kampanye penanaman kembali pepohonan di wilayah hutan untuk menahan badai pasir serta makin meluasnya gurun pasir.

Menurut pakar kesehatan lingkungan dari Beijing bernama Pan Xiaochuan, rendahnya curah hujan atau salju telah mengakibatkan permukaan tanah makin mengering dan semua ini berkontribusi bagi makin ganasnya bencana badai pasir. Sementara aktivis Greenpeace Tiongkok bernama Li Shuo menyatakan bahwa badai pasir yang menerjang Beijing ini merupakan akibat dari kondisi cuaca ekstrem dan dampak dari makin meluasnya gurun. SB/AFP/I-1



(SB/I-1)
Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top