Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Pindahkan Peluncur Misil Typhon ke Lokasi Baru

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 02:59 WIB | Oleh:
AS Pindahkan Peluncur Misil Typhon ke Lokasi Baru Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Romeo Brawner (kiri), berbincang dengan tentara AS yang berdiri di dekat Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), yang dipamerkan di ajang Asian Defense and Security Exhibition di Manila

MANILA – Militer Amerika Serikat (AS) telah memindahkan peluncur misil Typhon yang dapat menembakkan misil multiguna hingga ribuan kilometer, dari lapangan udara Laoag di Filipina ke lokasi lain di Pulau Luzon, kata narasumber senior pemerintah Filipina.

Peluncur ini bisa menembakkan misil jelajah Tomahawk yang bisa menyerang sasaran di Tiongkok dan Russia dari Filipina, begitu juga meluncurkan misil SM-6 yang bisa menyerang sasaran udara atau laut dengan berjarak lebih dari 200 kilometer.

Narasumber senior pemerintah Filipina itu mengatakan pemindahan itu akan membantu menentukan di mana dan seberapa cepat baterai misil dapat dipindahkan ke posisi yang baru. Mobilitas itu dipandang sebagai cara untuk membuat mereka lebih mampu bertahan hidup selama konflik.

“Citra satelit menunjukkan baterai dan perlengkapan terkait sedang dimuat ke pesawat angkut C-17 di Bandara Internasional Laoag dalam beberapa pekan terakhir,” kata Jeffrey Lewis dari Institut Studi Internasional Middlebury, dilansir dari Straits Times pada Kamis (23/1).

Komando Indo-Pasifik (Indopacom), yang mengawasi pasukan AS di kawasan tersebut, mengatakan bahwa sistem misil Typhon memang telah direlokasi di Filipina. Namun baik Indopacom maupun pemerintah Filipina menolak memberikan lokasi spesifik pemindahan sistem misil tersebut.

"Pemerintah AS telah berkoordinasi erat dengan pemerintah Filipina dalam setiap aspek penempatan MRC, termasuk lokasinya," kata Komandan Matthew Comer dari Indopacom, merujuk Typhon dengan inisial nama resminya, Mid-Range Capability.

Comer menambahkan bahwa relokasi tersebut bukan merupakan indikasi bahwa sistem misil tersebut akan berada secara permanen di Filipina.

Sistem persenjataan buatan AS itu sempat menuai kritik tajam dari Tiongkok ketika pertama kali digunakan selama latihan gabungan pada April 2024.

Pada September lalu, ketika AS mengatakan tidak mempunyai rencana segera untuk menarik Typhon dari Filipina, Tiongkok dan Russia serta merta mengutuk pengerahan sistem misil itu karena dianggap bisa memicu perlombaan senjata.

Typhon relatif mudah diproduksi dan dapat membantu AS beserta sekutunya mengejar ketertinggalan dengan cepat dalam perlombaan misil Indo-Pasifik dimana Tiongkok unggul jauh.

Meskipun militer AS menolak mengatakan berapa banyak yang akan dikerahkan di kawasan Indo-Pasifik, lebih dari 800 misil SM-6 akan dibeli dalam lima tahun ke depan, menurut dokumen pemerintah yang menguraikan pembelian militer. Dokumen tersebut pun menunjukkan beberapa ribu Tomahawk sudah ada dalam inventaris AS.

Tegaskan Komitmen

Sementara itu dari Washington DC, Menteri Luar Negeri AS yang baru, Marco Rubio, dilaporkan telah membahas tindakan berbahaya dan tidak stabil Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan (LTS) dengan mitranya dari Filipina via telepon pada Rabu (22/1) dan menggarisbawahi komitmen pertahanan AS yang kuat terhadap Manila.

“Menlu Rubio menyampaikan bahwa perilaku (Tiongkok) merusak perdamaian dan stabilitas regional serta tidak sesuai dengan hukum internasional,” kata Kementerian Luar Negeri AS saat menerangkan sambungan telepon Rubio dengan Menlu Filipina, Enrique Manalo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.