Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Sejarah Administrasi Negara

Arthashastra, Risalah Kuno tentang Tata Negara

Foto : deccanherald.com
A   A   A   Pengaturan Font

"Kita harus ingat bahwa Arthashastra Kautilya (penulis Arthasastra) tidak memberi kita gambaran yang jelas tentang konstitusi sosial, elemen ekonomi, atau perkembangan politik. Perhatian utama dari teks ini adalah kinerja sebuah negara dengan raja di puncaknya. Oleh karena itu, rekonstruksi kita akan terikat pada penggambaran negara dan hubungannya dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat," tulis Disha Ray seorang sarjana sejarah dari St Stephen's College, Universitas Delhi.

Dari 15 buku Arthashastra berkisar pada satu tokoh sentral raja. Baik itu mengendalikan produksi berbagai macam barang, menetapkan aturan untuk kegiatan rekreasi, atau menentukan jatah makanan untuk setiap individu. Kautilya sebagai pengarang tidak melakukan apapun untuk menjadikan setiap aspek negara dan kehidupan rakyatnya berada di bawah lingkup kekuasaan raja.

Ia memperingatkan bahwa tanpa raja akan adamatsyanyaya(Hukum Ikan) yaitu makhluk yang lebih lemah akan dimakan oleh makhluk yang lebih kuat. Oleh karena itu suatu negara tidak bisa menjadi tanpa raja.

Arthashastra mengemukakan teorisaptangatentang negara yang terdiri dari tujuh unsur penyusunnya yaitu raja, menteri, pedesaan, banteng, perbendaharaan, tentara, dan sekutu. Keunggulan raja mungkin berasal dari fakta bahwa ia mempunyai kekuasaan untuk memperoleh dan melindungi wilayah produktif dan mengenakan pajak terhadap penduduk yang tinggal di wilayah tersebut.

Kautilya menasihati raja untuk menggunakandanda(hukuman) tidak terlalu keras atau terlalu lunak agar dihormati. Arthashastra berbicara tentang berbagai topik dan seolah-olah menyusun sebuah buku teks untuk raja.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Haryo Brono

Komentar

Komentar
()

Top