Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Sejarah Administrasi Negara

Arthashastra, Risalah Kuno tentang Tata Negara

Foto : deccanherald.com
A   A   A   Pengaturan Font

Dalam Arthashastra, penulisnya Kautilyal menjelaskan tentang administrasi negara, kebijakan ekonomi dan strategi militer. Teori bernegara ini yang dikarang pada milenium pertama terus diperbarui hingga abad ke-3 hingga ke-4 masehi.

Dalam Arthashastra, penulisnya Kautilyal menjelaskan tentang administrasi negara, kebijakan ekonomi dan strategi militer. Teori bernegara ini yang dikarang pada milenium pertama terus diperbarui hingga abad ke-3 hingga ke-4 masehi.

Arthashastra merupakan salah satu risalah tertua mengenai tata negara yang masih ada. Risalah atau karangan ringkas tersebut berisi tentang administrasi negara, kebijakan ekonomi,dan strategi militer, yang konon ditulis oleh Kautilya dan Vishnugupta.

Ada banyak perdebatan mengenai penanggalan dan penulis teks. Buku ini mengalami kompilasi, resensi, dan redaksi beberapa kali selama berabad-abad dan kemungkinan besar telah menjadi saksi transformasi agama, ideologi, perubahan politik, dan sosial ekonomi di India kuno.

Menurut lamanWorld History, sebagai sebuah sastra, risalah itu dimaksudkan untuk bersifat otoritatif dan komprehensif serta memperlakukan pengetahuannya sebagai sesuatu yang abadi, tidak berubah, dan dapat diterapkan secara universal. Banyak sarjana yang mengkaji teks ini sebagai ilmu politik, sedangkan yang lain melihatnya sebagai ilmu ekonomi politik, ilmu keuntungan materi, dan sebagainya.

Thomas R Trautmann dan Gurcharan Das dalam judulArthashastra: The Science of Wealth(2016) mendeskripsikannya sebagai ilmu menjalankan negara. Di sini kedudukan raja diidentikkan dengan kekayaan. Teks ini menjelaskan berbagai arti kataarthasebagai sumber penghidupan, bumi yang dihuni manusia, dan sarana perlindungan dan perolehan bumi.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Haryo Brono

Komentar

Komentar
()

Top