Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aliansi AS-Korsel Mempersulit Denuklirisasi

📅 Jumat, 04 Okt 2024, 02:20 WIB | Oleh:
Aliansi AS-Korsel Mempersulit Denuklirisasi Doc: AFP/KIM HONG-JI
Ket. Kendaraan pembawa misil balistik Hyunmoo-5 melintas saat Korsel menggelar parade militer di Seongnam pada Selasa (1/10) lalu. Misil balistik Korsel ini dilaporkan sanggup membawa hulu ledak seberat delapan ton.

MOSKWA - Russia mengklaim bahwa upaya denuklirisasi Semenanjung Korea mustahil dilakukan dalam situasi di mana aliansi militer Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) telah berkembang ke tingkat nuklir.

Klaim Russia itu disampaikan dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Russia pada laman situs kantor berita TASS dan Sputnik pada Rabu (2/10) waktu setempat.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Russia tersebut merupakan tanggapan atas kritik Kementerian Luar Negeri Korsel terhadap pernyataan Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Lavrov, terkait denuklirisasi Korea Utara (Korut).

Pada 27 September, Menlu Lavrov menyebutkan bahwa denuklirisasi Korut adalah isu yang telah ditutup, mengingat ketergantungan Pyongyang pada kekuatan nuklir.

Menanggapi komentar tersebut, Kementerian Luar Negeri Korsel menyatakan penyesalannya karena Russia, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan anggota negara terdepan dalam pembentukan sistem Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), telah mengabaikan kewajiban dan tanggung jawabnya.

Kementerian Luar Negeri Russia mengklaim bahwa Korsel dan AS telah lama menyusun rencana untuk bersama-sama menggunakan potensi strategis AS melawan Korut, dan bersama dengan Jepang, berupaya memperkuat aliansi segitiga dengan fungsi serupa dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

"Permainan nuklir antara Korsel, AS, dan Jepang, dimulai jauh sebelum Russia dan Korut menandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif pada Juni lalu," demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Russia.

Kementerian Luar Negeri Russia juga mengklaim bahwa AS berada di balik pernyataan Korsel yang menargetkan Russia, dan menjadikannya sebagai upaya pembenaran penguatan persiapan militer termasuk kekuatan nuklir, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kementerian itu pun menekankan, permintaan Korsel kepada Russia terkait situasi di semenanjung telah melampaui batas komunikasi diplomatik.

Ejek Parade Militer

Sementara itu saudara perempuan pemimpin Kim Jong-un yaitu Kim Yo-jong mengkritik digelarnya parade militer oleh Korsel pada pekan ini dan menyebutnya sebagai "pertunjukan badut", dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita KCNA pada Kamis (3/10).

Kim Yo-jong juga meremehkan kemampuan militer Korsel yang dipamerkan, serta mengkritik keras penerbangan lintas pesawat bomber B-1B AS selama parade pada Selasa (1/10) lalu.

"Siapa yang bisa bicara tentang 'akhir rezim' hanya dengan memamerkan senjata besar yang tidak berguna ini," kata Kim Yo-jong seperti dikutip KCNA, merujuk pada diperlihatkannya misil balistik terbaru Korsel, Hyunmoo-5, yang mampu membawa hulu ledak seberat delapan ton.

Para pejabat militer mengatakan parade militer pada Selasa lalu sebagian dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan militer Korsel sebagai pencegah Korut, yang sering menggelar parade yang menampilkan senjata seperti misil balistik antarbenua. KBS/ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.