Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AI Dongkrak Efisiensi Pekerja, Tapi Tak akan Menggeser Manusia

📅 Senin, 06 Jan 2025, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
AI Dongkrak Efisiensi Pekerja, Tapi Tak akan Menggeser Manusia Doc: Tea and Coffee
Ket. Ilustrasi

Marcel Lukas, University of St Andrews

Dua CEO perusahaan teknologi terkemuka memicu perdebatan tentang dampak kecerdasan buatan (AI) dalam dunia kerja. CEO Klarna, Sebastian Siemiatkowski, mengumumkan perusahaan layanan buy-now, pay-later-nya telah berhenti merekrut karyawan setahun terakhir, dengan klaim bahwa AI dapat melakukan sebagian besar pekerjaan manusia. Sementara itu, CEO Nvidia, Jensen Huang, berpendapat bahwa pekerja tidak akan kehilangan pekerjaan mereka karena AI, tetapi mereka mungkin akan kehilangan pekerjaan kepada orang lain yang menggunakan AI.

Dua argumen yang berlawanan ini menggambarkan ketegangan yang terjadi saat ini mengenai bagaimana AI generatif dengan cepat mengubah tempat kerja. Namun, penelitian menunjukkan adanya realita yang lebih kompleks dibandingkan sekadar membuat AI melakukan semua kerjaan atau sekadar augmentasi sederhana dibantu manusia.

Dampak AI pada produktivitas dan keamanan pekerjaan

Pada musim semi 2024, 66% pekerjaan di AS terkena dampak tinggi atau sedang dari AI generatif, sementara pengaruh terhadap 34% sisanya masih sebatas dalam tugas-tugas sekunder. Tidak seperti revolusi teknologi sebelumnya, adopsi AI generatif menerpa dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya–melampaui tingkat adopsi komputer pribadi dan internet.

Yang membuat transformasi ini sangat signifikan adalah bahwa AI generatif mengganggu berbagai tugas profesi bergaji menengah hingga tinggi yang sarat akan kemampuan “kognitif” dan “non-rutin”. Ini berbeda dari gelombang otomatisasi sebelumnya yang hanya memengaruhi pekerjaan manual. Dengan lanskap AI generatif yang terus berkembang, tren ini kemungkinan akan terus berlanjut dan menguat.

Penelitian menunjukkan bagaimana AI memengaruhi produktivitas pekerja dan keamanan pekerjaan. Salah satu dari rangkaian studi komprehensif awal tentang kecerdasa buatan meneliti dampak asisten percakapan berbasis AI pada agen dukungan pelanggan. Temuan ini menantang visi utopis maupun distopis tentang dampak AI.

Studi tersebut menemukan bahwa akses ke alat AI meningkatkan produktivitas pekerja rata-rata sebesar 14%. Namun, manfaat ini tidak merata. Pekerja pemula dan yang kurang terampil mengalami peningkatan produktivitas hingga 35%. AI secara efektif membantu pekerja baru mengadopsi teknik pekerja berkinerja tinggi dengan cepat.

Menariknya, pekerja yang sangat terampil hanya mengalami peningkatan produktivitas minimal dari alat AI. Ini menunjukkan bahwa alih-alih menggantikan keahlian manusia, AI dapat membantu menciptakan kesetaraan dengan meningkatkan kemampuan pekerja kurang berpengalaman.

Eksperimen Klarna

Pendekatan Klarna untuk menghentikan perekrutan dan membiarkan tenaga kerja berkurang merupakan sebuah eksperimen yang berani. Klaim Siemiatkowski bahwa AI dapat menggantikan sebagian besar pekerjaan manusia selaras dengan kekhawatiran tentang pergeseran ketersediaan pekerjaan secara luas.

Namun, strategi perusahaan untuk meningkatkan gaji pekerja yang tersisa memunculkan sebuah realitas baru bernuansa: meskipun AI mengotomatisasi beberapa tugas, keahlian manusia menjadi lebih berharga, dan tidak terdegradasi. Hal ini selaras dengan penelitian yang menunjukkan bahwa organisasi membutuhkan pekerja yang dapat menggunakan alat AI secara efektif.


            

Pandangan CEO Nvidia Huang bahwa orang akan kehilangan pekerjaan kepada pengguna AI, bukan AI itu sendiri, mendapat dukungan dari tren yang bermunculan di tempat kerja yang muncul. Sebuah survei KPMG, perusahaan jasa profesional multinasional, terhadap eksekutif AS menemukan bahwa meski pekerjaan administratif menghadapi risiko besar dari AI, dampaknya sangat bervariasi di berbagai sektor. Misalnya, di sektor manufaktur, 20% responden mengharapkan manfaat positif dari AI, sementara 24% memperkirakan dampak negatif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.