Hasil Telur Meningkat, Berkat Polsek Turun ke Masyarakat Padukuhan Gedongan yang Beternak Ayam

Minggu, 08 Nov 2026, 15:49 WIB

YOGYAKARTA -- Kepolisian Sektor (Polsek) Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggerakkan masyarakat di Padukuhan Gedongan, Kalurahan Sumbermulyo, untuk beternak ayam petelur sebagai upaya pemberdayaan warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Kapolsek Bambanglipuro AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana di Bantul, Minggu, mengatakan pihaknya mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis budidaya ayam petelur dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Ket. Foto: Salah satu anggota Kelompok Budidaya Ayam Petelur Endok Mulyo tengah memanen telur di kandangnya yang berlokasi di Padukuhan Gedongan, Kalurahan Sumbermulyo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (6/11). — Sumber: ANTARA/Agung Dwi Prakoso

"Program ini muncul pada bulan Februari 2026, yang diawali dari lima warga," katanya.

Seiring berjalannya waktu, lanjut dia, saat ini terdapat dua RT di dusun tersebut yang terlibat dalam budidaya ayam petelur dan telah mendaftarkan kelompok mereka dengan nama "Endok Mulyo" ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul.

"Kami bersama-sama mengembangkan budidaya ayam petelur secara mandiri, warga awalnya belajar otodidak dari YouTube," ujarnya.

Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari pembinaan warga dalam memanfaatkan pekarangan yang kurang produktif untuk menciptakan kemandirian pangan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

"Melalui pemberdayaan warga mengubah pekarangan yang kurang produktif menjadi 'lumbung protein' keluarga," ujarnya.

Ia menyebut telur yang dipanen digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, sedangkan sebagian hasil produksi dijual sehingga dapat menghasilkan kas yang diputar kembali untuk memenuhi kebutuhan budidaya.

"Program ini juga untuk kemandirian ekonomi dengan memanfaatkan sebagian hasil produksi untuk dijual sehingga menghasilkan kas harian/mingguan yang diputar kembali untuk membeli ayam, pakan, dan kebutuhan rumah tangga," katanya.

Ketua Kelompok Endok Mulyo Sarjana menjelaskan ayam petelur jenis Lohmann yang dibudidayakan memiliki kemampuan produksi sekitar satu butir telur per ekor setiap hari.

"Produksi harian masing-masing peternak kurang lebih tiga sampai empat butir telur karena ada tiga hingga lima ekor ayam," katanya.

Ia mengatakan setiap hari para pembudidaya mengalokasikan sebagian hasil panen telur untuk kas kelompok yang digunakan untuk membeli pakan pabrikan secara kolektif.

"Bahkan, beberapa peternak mulai menyisihkan hasil penjualan telur sebagai tabungan untuk membeli bibit ayam baru," ujarnya.

Dalam proses budidaya, ia menilai terdapat kebutuhan mendesak dan sejumlah tantangan bagi para pembudidaya, terutama dalam hal pemasaran yang sampai saat ini cukup sulit untuk berkembang.

"Pak Kapolsek makanya sering bantu pemasaran kami, ditawarkan ke sejumlah instansi, anggota kepolisian di Polres maupun Polsek gitu," katanya.

Ia menyebut terdapat sekitar 400 hingga 500 ekor ayam yang dibudidayakan oleh Kelompok Endok Mulyo yang beranggotakan sekitar 20 orang.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.