Bukan Sekadar Lari, Skybridge Run 2026 Bidik Cuan Wisata Banyumas
Minggu, 08 Nov 2026, 12:30 WIBPURWOKERTO â Pengembangan wisata olahraga atau sports tourism menjadi salah satu peluang strategis untuk memperluas sumber pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Perpaduan kegiatan olahraga dengan pengalaman wisata berpotensi menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, memperpanjang lama tinggal, serta meningkatkan belanja di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan ekonomi kreatif.
Namun, optimalisasi potensi tersebut membutuhkan kesiapan infrastruktur, fasilitas olahraga berstandar, konektivitas, serta penyelenggaraan ajang yang berkelanjutan agar Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah kegiatan olahraga, tetapi juga mampu membangun destinasi wisata olahraga yang kompetitif.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menggelar Skybridge Run 2026 yang diikuti 3.500 peserta dari berbagai daerah sebagai upaya mendorong pengembangan wisata olahraga sekaligus menggerakkan perekonomian di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
"Alhamdulillah, KAI sukses menyelenggarakan Skybridge Run 2026. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya digelar pada 2024 dan 2025," kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto M As'ad Habibuddin di sela kegiatan Skybridge Run 2026 di kompleks Menara Teratai Purwokerto, Minggu (8/11) pagi.
Ia mengatakan, kegiatan lari yang mengambil start dan finis di kompleks Menara Teratai tersebut mempertandingkan dua kategori, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer.
Dari total 3.500 peserta, sebanyak 2.000 orang mengikuti kategori 5 kilometer, sedangkan 1.500 peserta lainnya mengikuti kategori 10 kilometer.
âSekitar 25 persen peserta berasal dari luar Purwokerto. Selain itu, sekitar 90 persen manpower (tenaga kerja) yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini berasal dari Purwokerto,â katanya menjelaskan.
Menurut dia, jumlah peserta kegiatan kali ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang diikuti sekitar 3.300 orang pada 2025.
Lebih lanjut, ia mengatakan Skybridge Run tidak hanya menjadi bagian dari kontribusi KAI dalam bidang transportasi, juga sarana sosialisasi, pengembangan olahraga, dan pembudayaan pola hidup sehat di tengah masyarakat.
Ia mengharapkan kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi dan pariwisata daerah seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari.
"Beberapa tahun terakhir, lari menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Kami berharap kegiatan ini bisa menggerakkan perekonomian, sektor pariwisata, UMKM, dan sektor lainnya," katanya.
Ia mengatakan, penyelenggaraan Skybridge Run 2026 juga melibatkan 10 UMKM binaan Kabupaten Banyumas untuk memberikan ruang promosi sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Pihaknya juga menyisipkan pesan keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keselamatan, khususnya saat menggunakan transportasi kereta api.
"Kami tetap menyampaikan pesan-pesan mengenai kenyamanan dan keselamatan naik kereta api kepada masyarakat, termasuk para pelari dan pengguna media sosial," kata Asâad.
- Wisata Olahraga
- Skybridge Run 2026
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
AI Bukan Sekadar Teknologi, tetapi Kunci Lompatan Ekonomi
-
Bukan Sekadar Ikan, Sidat Danau Poso Disulap Jadi Aset Ekonomi
-
Liga Europa: Usai Dihantam Brighton 0-5, Crystal Palace Hadapi Ujian Berat di Markas Besiktas
-
Diduga Flu Burung, 28 Penguin Mati Misterius di Pantai Australia
-
Kementerian UMKM Ubah Istilah ‘Pelaku’ Jadi ‘Pengusaha’, Ini Alasannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.