Bukan Sekadar Ikan, Sidat Danau Poso Disulap Jadi Aset Ekonomi

Kamis, 29 Okt 2026, 19:45 WIB

PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memprioritaskan pengembangan budi daya ikan sidat Danau Poso di Kabupaten Poso karena memiliki nilai ekonomis dan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

"Selain merupakan ikan endemik Danau Poso, sidat juga memiliki nilai ekonomis sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan warga di Poso," kata Kepala Bidang Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah Mohammad Syafar di Palu, Kamis (29/10).

Ket. Foto: Arsip-Warga menunjukan ikan ikan Sidat endemik Danau Poso yang baru saja di tangkap pada Jelajah Budaya Wayamasapi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (10/11/2022). — Sumber: ANTARA/Basri Marzuki.

Ia mengemukakan guna menjaga populasi spesies tersebut maka pemerintah daerah melakukan langkah pengendalian terhadap penaburan benih ikan Nila si Danau Poso, yang dianggap dapat mengganggu perkembangan sidat di habitanya.

Menurut data pemerintah setempat nilai pasar ikan sidat di pasar lokal mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

"Ikan sidat menjadi salah satu spesies yang mendapat perhatian serius pemerintah, sehingga upaya pelestarian tidak cukup hanya dilakukan melalui pengendalian terhadap ikan nila, tetapi juga perlu diikuti dengan langkah pemulihan populasi ikan endemik," ujarnya.

Ia menjelaskan salah satu upaya yang disiapkan DKP Sulawesi Tengah adalah melakukan penebaran kembali atau restocking benih sidat untuk memperkuat keberadaan spesies tersebut di habitat aslinya.

"Perencanaan peningkatan populasi spesies tersebut direalisasikan pada 2027 melalui penebaran benih skala besar," ucapnya.

Menurut data Dinas Perikanan setempat produksi atau hasil tangkapan sidat di Danau Poso merosot tajam menjadi hanya 6 hingga 12 ton per tahun, dibandingkan 2024-2025 kisaran tangkapan spesies itu mencapai 22 hingga 54 ton per tahun.

Menurut dia, tantangan saat ini yakni pengendalian ikan nilai, spesies itu dinilai berpotensi mengganggu populasi spesies endemik di Danau Poso, karena dikategorikan sebagai spesies asing yang bersaing untuk mendapatkan makanan.

Ikan nila bersifat omnivora yang sangat adaptif, memiliki laju reproduksi cepat dan agresif dalam menguasai wilayah perairan.

"Kalau tidak dikendalikan tentu berdampak negatif terhadap populasi spesies endemik dihabitanya. Kami meminta masyarakat sekitar Danau Poso ikut membantu pemerintah mengendalikan penaburan benih nila," tutur Syafar.

  • ikan sidat

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.