Washington Sahkan Larangan Atlet Transgender Bertanding di Tim Olahraga Putri

Sabtu, 07 Nov 2026, 06:00 WIB

Los Angeles – Para pemilih di negara bagian Washington, Amerika Serikat (AS), menyetujui sebuah kebijakan yang melarang atlet transgender berkompetisi dalam tim olahraga putri. Keputusan tersebut menjadi kekalahan besar bagi kelompok advokasi LGBTQ di negara bagian yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Partai Demokrat.

Dengan sekitar 80 persen surat suara telah dihitung hingga Jumat, sekitar 57 persen pemilih menyetujui kebijakan tersebut, sementara 43 persen menolaknya. Pihak yang menentang kebijakan itu pun mengakui kekalahan.

Ket. Foto: Para pemilih di negara bagian Washington menyetujui kebijakan yang akan melarang atlet transgender perempuan berpartisipasi dalam kompetisi olahraga sekolah putri. Kebijakan tersebut akan berdampak terhadap 10 atlet dari sekitar 200.000 siswa yang aktif mengikuti kegiatan olahraga sekolah di seluruh negara bagian. — Sumber: AFP

Inisiatif tersebut akan memberlakukan larangan bagi atlet transgender perempuan untuk "berkompetisi bersama dan melawan siswi perempuan".

Persetujuan terhadap kebijakan konservatif di negara bagian yang biasanya memilih Partai Demokrat itu sangat kontras dengan hasil pemilihan sela pada 3 November, yang secara umum mengecewakan Partai Republik.

Pihak yang menentang kebijakan tersebut, termasuk sejumlah dokter, menyatakan aturan itu "tidak didukung pedoman klinis dan akan menimbulkan tekanan serta dampak buruk yang tidak beralasan bagi anak perempuan".

Berdasarkan inisiatif tersebut, anak perempuan yang ingin mengikuti kegiatan olahraga diwajibkan menjalani pemeriksaan fisik terhadap organ reproduksi atau tes genetik dan hormon.

Lebih dari separuh negara bagian di AS dalam beberapa tahun terakhir telah memberlakukan undang-undang yang membatasi partisipasi siswa transgender dalam kegiatan olahraga.

Mahkamah Agung AS pada Juni menguatkan larangan yang diberlakukan sejumlah negara bagian tersebut.

Kebijakan di negara bagian Washington dinilai sebagai salah satu dari empat kebijakan serupa yang paling ketat dan disetujui dalam pemilihan pekan ini.

Tiga kebijakan lainnya disahkan di Arizona, Nebraska, dan Colorado.

'Perjuangan Belum Berakhir'

Atlet transgender menjadi sasaran kebijakan sejumlah anggota parlemen Partai Republik dan kelompok anti-LGBTQ yang berpendapat bahwa keikutsertaan mereka dalam olahraga putri dan perempuan tidak adil.

Sebaliknya, para pegiat hak-hak sipil menilai upaya tersebut menjadikan kelompok yang sangat kecil sebagai kambing hitam. Sebagian besar dari mereka merupakan anak-anak yang telah menghadapi diskriminasi dan perundungan.

Menurut American Academy of Pediatrics, lebih dari separuh remaja transgender pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri sepanjang hidup mereka, sementara 31 persen di antaranya setidaknya pernah mencoba bunuh diri satu kali.

Washington Interscholastic Activities Association, organisasi yang mengatur kegiatan olahraga pelajar di negara bagian barat laut AS tersebut, mengatakan awal tahun ini bahwa mereka hanya mengetahui 10 siswa transgender tingkat sekolah menengah pertama dan atas yang mengikuti kegiatan olahraga, dari sekitar 200.000 siswa yang berkompetisi di seluruh negara bagian.

Libby Watson, manajer kampanye kelompok No Hate WA State yang menentang kebijakan tersebut, menyebut inisiatif itu sebagai sesuatu yang "menyesatkan" dan merupakan upaya "kelompok MAGA untuk menjadikan anak-anak transgender sebagai sasaran demi keuntungan politik mereka sendiri".

Watson mengatakan hasil pemungutan suara tersebut merupakan sebuah "kekecewaan". Namun, ia menegaskan bahwa "perjuangan belum berakhir".

"Kepada seluruh atlet transgender perempuan yang berpartisipasi dalam olahraga sekolah di Washington, kami ingin kalian tahu bahwa kalian memiliki tempat: di lapangan, di arena pertandingan, dan di dalam tim," kata Watson.

"Kami mendukung kalian dan akan terus berjuang demi terwujudnya hari ketika kalian dapat mengikuti olahraga tanpa harus menghadapi kontroversi."

  • Kebijakan AS

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.