Lahan Tambak Garam Sampang Menyusut 1.164 Hektare Pemkab Genjot Produktivitas Petambak

Jumat, 06 Nov 2026, 16:22 WIB

Sampang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, mengintensifkan pembinaan dan pelatihan bagi petambak garam guna meningkatkan kualitas serta produktivitas garam rakyat, sekaligus mendorong kenaikan nilai jual dan pendapatan masyarakat.

"Selain sebagai bentuk kepedulian, pembinaan kepada para petambak garam ini juga dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi warga, karena jika kualitas produksi garam bagus, harga jual garam rakyat di Sampang ini juga meningkat," kata Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan (Diskan) Pemkab Sampang Moh Mahfud di Sampang, Jumat (6/11).

Ket. Foto: Dokumen pembinaan dan pelatihan pada petambak garam oleh Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Jawa Timur. — Sumber: Antara

Ia menjelaskan pembinaan melalui pelatihan tersebut menyasar petambak garam di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sampang, Pangarengan, Sreseh, dan Jrengik.

Menurut Mahfud, kegiatan pembinaan dilaksanakan secara berkala setiap minggu dengan melibatkan peserta yang berbeda dari masing-masing kecamatan.

"Setiap pertemuan kami melibatkan sebanyak 30 orang, sehingga pelatihan yang kami gelar bukan pada satu kali pertemuan, tetapi secara rutin setiap minggu dengan peserta berbeda dari empat kecamatan ini," katanya.

Ia mengatakan materi pelatihan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan petambak dalam mengolah air laut menjadi garam dengan teknik produksi yang tepat.

Melalui pelatihan tersebut, petambak diharapkan mampu meningkatkan kualitas air garam pada setiap tahapan pengolahan, mulai dari proses awal hingga menghasilkan garam siap panen.

Dengan penguasaan teknik pengolahan yang lebih baik, produktivitas garam rakyat diharapkan meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Mahfud menilai peningkatan kapasitas petambak menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat produksi garam rakyat di Kabupaten Sampang yang selama ini menjadi salah satu daerah penghasil garam di Pulau Madura.

Namun, luas lahan tambak garam di wilayah tersebut tercatat mengalami penyusutan. Saat ini, luas tambak garam di Kabupaten Sampang mencapai 3.218 hektare atau berkurang 1.164 hektare dibandingkan sebelumnya yang mencapai 4.382 hektare.

"Rata-rata produktivitas antara 80-90 ton per hektare," kata Mahfud.

Melalui pembinaan dan pelatihan secara rutin, Diskan Pemkab Sampang berharap petambak mampu mengoptimalkan lahan yang tersedia untuk meningkatkan produksi sekaligus menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.