Energi Terbarukan Jadi Andalan! DEN Ungkap Arah Baru Transisi Energi

Jumat, 06 Nov 2026, 16:32 WIB

BANDARLAMPUNG - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Surono mengatakan adanya transisi energi akan dilakukan secara bertahap dengan mengarah pada memaksimalkan penggunaan energi terbarukan.

"Sebenarnya transisi energi itu tidak tiba-tiba mengubah semua dari energi fosil ke energi terbarukan, tapi dilakukan secara perlahan sambil mengarah ke penggunaan energi terbarukan," ujar Surono pada kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional di Universitas Lampung di Bandarlampung, Jumat.

Ket. Foto: Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Surono saat memberi keterangan terkait transisi energi. — Sumber: Antara foto

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan sebab penggunaan energi fosil masih menjadi salah satu sektor penopang kehidupan masyarakat.

"Kita tahu bahwa tenaga listrik mayoritas masih dipasok dari batu bara. Dan banyak saudara-saudara kita yang beraktivitas di tambang batu bara. Itu tidak bisa begitu saja dihentikan, dan batu bara ini tidak impor sehingga masih menunjang kehidupan para pekerja juga," katanya.

Dia melanjutkan akan tetapi transisi energi fosil menuju energi terbarukan harus tetap dilakukan secara bertahap, karena Indonesia memiliki berbagai potensi cadangan energi terbarukan yang dapat dimaksimalkan.

"Salah satunya Indonesia mempunyai cadangan dan potensi energi panas bumi terbesar di dunia, sekitar 24 giga watt itu tidak impor. Dan Lampung salah satunya memiliki potensi yang cukup besar untuk energi terbarukan dan bisa menjadi kekuatan ketahanan energi daerah. Seperti potensi bioenergi sebagai salah satu potensi energi yang dapat mendukung transisi tersebut," ujar dia.

Ia menjelaskan dalam pelaksanaan transisi energi dilakukan menjadi dua hal utama yakni pertama dengan melakukan mitigasi, serta adaptasi terhadap perubahan iklim, karena dari bahan bakar fosil membuat bumi semakin panas dan terjadi perubahan iklim. Dan kedua mempersiapkan menuju ke ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi.

"Saya kira itu menjadi hal yang sangat strategis yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan transisi energi," katanya menambahkan.

Menurut dia, melalui kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional menjadi kesempatan yang penting untuk berbagi pemahaman mengenai arah kebijakan energi nasional, isu strategis ketahanan energi, serta penguatan cadangan energi nasional bersama kalangan akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha salah satunya di Provinsi Lampung.

"Dewan Energi Nasional merupakan badan yang bersifat nasional, mandiri, dan tetap, serta bertanggung jawab atas kebijakan energi nasional sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang pembentukan Dewan Energi Nasional. Dan kami terus berupaya untuk menyebarluaskan terkait berbagai hal menyangkut energi," ujar dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.