- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bank Ambruk, Presiden Teta...
Bank Ambruk, Presiden Tetap Dimakzulkan Meski Sudah Mundur
Jumat, 06 Nov 2026, 12:14 WIBJAKARTA â Akibat gagal menata ekonomi sehingga membuat bank digital terbesar, maka Parlemen Paraguay menyetujui secara bulat dimulainya proses pemakzulan Presiden Santiago Pena meski dirinya sudah menyatakan pengunduran diri menyusul ambruknya bank digital terbesar di negara itu.
Dalam sidang DPR yang berlangsung Kamis, seluruh 78 anggota legislatif menyetujui pemakzulan Pena. Proses selanjutnya di Senat akan menentukan apakah pemakzulan akan diteruskan atau menerima pengunduran diri Pena.
Keputusan parlemen tersebut diambil kurang dari satu jam setelah pernyataan pengunduran diri Pena secara resmi disampaikan kepada Parlemen Paraguay melalui menteri dalam negeri Enrique Riera.
Dalam pernyataan pengunduran diri yang disiarkan melalui media sosial X, Pena menyatakan tindakannya adalah demi melindungi stabilitas nasional, kerukunan sosial, dan institusi demokrasi.
"Tidak ada jabatan yang pantas melebihi kemaslahatan Paraguay," tegasnya. Pena juga meminta maaf kepada masyarakat jika dia mengecewakan mereka. Ia bersikukuh tak pernah berniat mengkhianati mereka.
Atas ambruknya bank digital terbesar di Paraguay, Pena mengatakan dirinya berharap besar dapat memastikan kembalinya dana masyarakat, terpenuhinya peran lembaga penjamin simpanan, serta terlindunginya uang masyarakat dan sumber daya milik seluruh rakyat.
Pemakzulan tersebut terjadi menyusul unjuk rasa besar-besaran di ibu kota Asuncion imbas ambruknya bank digital Ueno Bank yang memicu tekanan pengunduran Presiden Pena.
Kondisi tersebut membuat dukungan kepada Pena di partai pemerintah, Partai Colorado, ambruk sepenuhnya. Sang mentor, mantan presiden Horacio Cartes, bahkan sampai mendukung pemakzulan Pena, lapor ABC Color.
Pena dilantik sebagai presiden untuk masa jabat lima tahun pada Agustus 2023.
Ia diketahui memegang saham di Ueno Holding, induk dari bank digital yang ambruk, hingga 2025. Hal ini menimbulkan dugaan konflik kepentingan.
Bank Sentral Paraguay sebelumnya harus melakukan intervensi kepada Ueno Bank menyusul jatuhnya likuiditas bank di bawah ambang batas wajib, sehingga menyebabkan jutaan nasabah tak dapat menarik uangnya.
Anggota legislatif oposisi menuding pemerintah terlibat dalam konflik kepentingan, penyalahgunaan dana pensiun, dan upaya menutup-nutupi masalah di bank tersebut.
Atas masalah tersebut, otoritas Paraguay mulai memindahkan rekening nasabah ke bank-bank lain untuk melindungi mereka.
Sementara itu, delapan petinggi Ueno Bank telah ditahan, kemudian 27 pejabat bank dan mitra bisnis kini menghadapi gugatan hukum, kata ABC Color.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Produksi batik ciprat di Bandung
-
Harga Emas Antam Turun Rp16.000 Menjadi Rp2,597 Juta Per Gram pada Senin Ini
-
MTV Video Music Awards 2026 Siap Digelar, Madonna dan Taylor Swift Bersaing Ketat
-
DPR AS Tolak Resolusi Pemakzulan Terhadap Presiden Trump
-
Siapkan Pendampingan Kelembagaan, Pemkot Medan Percepat Operasional 133 Koperasi Merah Putih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.