Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Karakter Kunci agar SDM Tak Tergilas Perubahan Zaman

5 Kamis, 05 Nov 2026, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiga Karakter Kunci agar SDM Tak Tergilas Perubahan Zaman Tiga Karakter Kunci agar SDM Tak Tergilas Perubahan Zaman Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Uji kompetensi SDM

JAKARTA – Perubahan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut sumber daya manusia (SDM) untuk tidak hanya mengandalkan kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Perkembangan teknologi, digitalisasi, serta perubahan kebutuhan industri membuat keterampilan kerja semakin cepat usang.

Karena itu, peningkatan kualitas SDM harus diarahkan pada pembentukan karakter dan penguatan kapasitas agar tenaga kerja Indonesia tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi mampu bersaing dan mengambil peluang di tengah transformasi ekonomi.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan tiga karakter yang perlu dimiliki sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja.

Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/11), mengatakan ketiga karakter tersebut yakni inovasi, kemampuan berpikir sistem (system thinking), dan pola pikir bertumbuh (growth mindset).

Yassierli menjelaskan, dunia kerja terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), transisi hijau, dan perubahan demografi.

“Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi jenis pekerjaan, tetapi juga kebutuhan keterampilan dan cara seseorang memandang persoalan,” ujar dia.

Adapun karakter pertama yang perlu dibangun adalah inovasi karena menurut Menaker, inovasi tidak harus selalu berupa penemuan besar.

Ia menjelaskan, keberanian mengambil inisiatif, mengenali persoalan, dan mengajukan gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat juga merupakan bagian dari inovasi.

“Inovasi itu hanya lahir dari suatu keberanian melakukan inisiatif. Dan inisiatif selalu dimulai dari satu orang,” katanya.

Selain berinovasi, SDM juga perlu memiliki kemampuan berpikir sistem. Kemampuan ini diperlukan agar seseorang dapat memahami persoalan secara utuh dan melihat keterkaitan antara satu aspek dengan aspek lainnya.

Dalam bidang ketenagakerjaan, misalnya, perubahan industri dan investasi berkaitan dengan kebutuhan keterampilan serta perubahan jenis pekerjaan akibat perkembangan teknologi.

“Belajarlah melihat sesuatu itu terkait dengan ekosistem yang lebih besar. Jangan mudah menyederhanakan masalah, karena realitas itu kompleks,” ujarnya.

Lebih lanjut, karakter berikutnya adalah growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Yassierli menjelaskan, karakter ini tercermin dari kemauan seseorang untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, tanpa membatasi diri pada bidang keahlian maupun latar belakang pendidikan yang telah dimiliki.

“Orang yang memiliki growth mindset adalah orang yang mengatakan, 'Saya siap belajar apa pun yang baru. Karena saya tidak pernah tahu sebenarnya potensi saya akan berkembang ke mana,',” kata Menaker Yassierli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Perum Bulog: Sulawesi Tenga...
Megapolitan
Pemkab Bogor Benahi Akses d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.