Pelepasliaran Tiga Orangutan ke Hutan Kehje Sewen
Kamis, 05 Nov 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Kutai Kartanegara - Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Samboja Lestari bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur melepasliarkan tiga individu orangutan (Pongo pygmaeus morio) ke Hutan Kehje Sewen, Kabupaten Kutai Timur, Kamis.
Manager Regional BOSF Kaltim Aldrianto Priadjati mengatakan ketiga orangutan yang dilepasliarkan pada kesempatan ke-27 ini telah memiliki kemampuan utama untuk bertahan hidup di alam liar.
"Ketiganya merupakan individu yang telah punya kemampuan utama untuk bertahan hidup di alam liar, mulai dari keterampilan memanjat, mencari pakan alami, dan membuat sarang," kata Aldrianto di Samboja Lestari, Kutai Kartanegara.
Ketiga orangutan tersebut terdiri atas Dennis (jantan, 11 tahun), Amesh (jantan, 12 tahun), dan Catherine (betina, 11 tahun).
Semula pihak yayasan berencana melepasliarkan empat individu, namun tim medis menunda keberangkatan satu orangutan jantan bernama Marlon karena mengalami diare pada Kamis pagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dokter hewan BOSF Agus Irianto menyatakan penundaan dilakukan karena perjalanan darat dari Samboja Lestari ke Hutan Kehje Sewen menempuh jarak sejauh 600 kilometer atau sekitar 24 jam, sehingga menuntut kondisi fisik satwa yang benar-benar sehat.
“Jadi kami tunda dulu sampai nanti Marlon sembuh, baru segera kita susulkan dia ke Kehje Sewen,” ujar Agus.
Agus merinci, Amesh dievakuasi pada 24 September 2016 dari Sangatta Selatan pada usia 1–2 tahun setelah terpisah dari induknya akibat kebakaran hutan 2015. Satwa ini telah melalui Sekolah Hutan dan masa sosialisasi di Pulau 7 Samboja Lestari.
Sementara Dennis diselamatkan BKSDA Samarinda pada 14 September 2018 di perkebunan Bengalon pada usia 2–3 tahun setelah sempat dikurung di rumah kosong.
Adapun Catherine tiba di Samboja Lestari pada 29 Juni 2019 setelah dievakuasi BKSDA Tenggarong dari Muara Badak dan sempat menjalani perawatan medis intensif akibat peradangan kantung udara (air sacculitis).
Pada kesempatan yang sama, CEO BOS Foundation Jamartin Sihite memastikan lokasi pelepasan di Hutan Kehje Sewen seluas lebih dari 86.000 hektare tersebut aman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan verifikasi citra satelit dan pantauan lapangan.
"Kami sudah melakukan pemantauan ketat melalui citra satelit serta verifikasi tim di lapangan. Hutan Kehje Sewen aman dari karhutla. Jika kondisi tidak aman, kami tentu tidak akan berani mengambil risiko untuk melepasliarkan mereka," ucap Jamartin.
Saat ini, jumlah populasi orangutan di Hutan Kehje Sewen mencapai 156 individu dengan sisa daya tampung sekitar 20 ekor, sementara pusat rehabilitasi BOSF Samboja Lestari masih merawat sekitar 110 individu lainnya.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balikpapan BKSDA Kaltim Bambang Hari Trimarsito mengapresiasi pelaksanaan pelepasliaran tersebut di tengah maraknya tindakan evakuasi satwa di daerah lain. Namun, ia mengingatkan bahwa pelepasliaran ini merupakan awal dari pemantauan keberlanjutan hidup mereka di alam lepas.
Terkait hal itu, Aldrianto menambahkan bahwa tim pemantau (monitoring) BOSF akan melaksanakan pengawasan harian secara intensif selama tiga hingga enam bulan pertama yang merupakan masa kritis bagi satwa. Setelah itu, pemantauan tetap dilanjutkan selama 1-2 tahun dengan intensitas yang lebih longgar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!