• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mengapa Makanan Pendamping...

Mengapa Makanan Pendamping ASI Tak Boleh Ditambahi Bawang

Kamis, 05 Nov 2026, 00:55 WIB

JAKARTA – Ini perlu diketahui para ibu muda khususnya yang punya bayi. Jangan menambahkan bawang pada MPASI. Dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi Prof. Dr.dr. Pramita Gayatri, Sp.A, Subsp.GH (K) menganjurkan orang tua tidak menambahkan aneka jenis bawang pada makanan pendamping ASI atau MPASI untuk anak berusia di bawah dua tahun.

"Yang harus dihindari pada anak-anak MPASI sampai kira-kira usia dua tahun adalah satu, semua jenis bawang bawang putih, bawang merah, bawang bombai, bawang daun, seledri," katanya dalam sesi wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: bawang naikkan asam lambung — Sumber: ist

Ia menyampaikan bahwa makanan yang mengandung bawang bisa memicu asam lambung naik dan melukai kerongkongan, menyebabkan kondisi yang disebut esophagitis dan refluks patologis.

Menurut dia, refluks patologis dapat menimbulkan sinus, gangguan pada telinga bayi, dan demam.

Dokter Pramita menyampaikan bahwa kalau tidak dideteksi dan ditangani sejak dini, kondisi esophagitis dan refluks patologis bisa berkembang menjadi penyakit asam lambung yang disebut gastroesophageal reflux disease atau GERD.

GERD dapat berdampak pada pencernaan dan pertumbuhan anak. Rasa sakit yang muncul akibat penyakit ini juga bisa membuat anak jadi lebih mudah marah dan rewel.

Oleh karena itu, dr. Pramita menyarankan para orang tua agar tidak menggunakan aneka bawang untuk menghadirkan variasi rasa pada MPASI.

Alih-alih menggunakan bawang, menurut dia, orang tua dapat menambahkan garam, mentega, atau keju pada makanan pendamping ASI agar anak tidak bosan dengan rasanya.

Kalau mendapati berat dan tinggi badan anak tidak sesuai standar pertumbuhan walau sudah makan cukup, ia mengatakan, maka orang tua sebaiknya memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengetahui kemungkinan adanya masalah kesehatan dan gangguan pertumbuhan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.