Jangan Lupa Bawa Payung, Wilayah Jakarta Diperkirakan Hujan pada Kamis Sore Hingga Malam

Kamis, 05 Nov 2026, 16:12 WIB

JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta hujan ringan pada Kamis sore hingga malam.

BMKG melalui laman resminya https://bmkg.go.id/ merinci, wilayah DKI Jakarta pada pagi hari seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara diperkirakan cerah hingga cerah berawan. Sedangkan Kepulauan Seribu diperkirakan hujan ringan hingga berawan tebal.

Ket. Foto: Ilustrasi - Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintas saat hujan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. — Sumber: ANTARA/Ilham Kausar

Memasuki siang hari, wilayah Jakarta diperkirakan cerah berawan hingga berawan tebal.

Lalu, pada sore hingga malam hari wilayah Jakarta seperti Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara diperkirakan hujan ringan, sedangkan Kepulauan Seribu diperkirakan berawan tebal.

Suhu udara di Jakarta pagi hari diperkirakan berada pada kisaran minimum 25 derajat hingga 33 derajat Celsius, lalu memasuki siang hari suhu udara mencapai 28 sampai 31 derajat Celsius, sedangkan malam hari mencapai 27 sampai 29 derajat Celcius.

Curah Hujan Tinggi

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan pihaknya tengah bersiap untuk menghadapi curah hujan tertinggi yang diprakirakan akan terjadi pada Februari 2027.

“Hal yang berkaitan dengan antisipasi banjir, dari laporan BMKG diprakirakan curah hujan tertinggi pada bulan Februari dan akan ada curah hujan yang ekstrem,” katanya usai rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah untuk mitigasi dan antisipasi kesiapsiagaan musim hujan di Balai Kota, Kamis.

Menurut Pramono, rapat itu digelar untuk membahas dengan detail terkait tugas serta dukungan yang akan diberikan oleh seluruh pemangku kepentingan institusi yang ada di Jakarta.

Terlebih, ia menyebut soal prakiraan banjir besar di ibu kota pada awal atau pertengahan tahun depan.

“Karena apa? Karena curah hujannya ekstrem, yang harusnya, tanpa El Nino itu biasanya kan mulai hujan bulan akhir Oktober ataupun awal Oktober sampai dengan Maret sudah enggak ada hujan. Tetapi karena ada El Nino ini, maka curah hujannya menjadi menyempit, tapi volumenya sama. Sehingga tadi dalam rapat itulah yang kemudian dibahas secara detail,” ungkapnya.

Untuk itu, Pramono pun bersyukur dengan keterbukaan dan rasa saling mendukung yang terjalin antarpihak. Ia berharap, hal ini dapat membuat DKI Jakarta semakin siap menghadapi potensi tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan mitigasi banjir di ibu kota juga dilakukan dengan sejumlah upaya lain, termasuk pembenahan sungai dan embung.

  • Berpotensi Hujan

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.