Sleman-Magelang Perkuat Kerja Sama Jaga Rantai Pasok dan Tekan Inflasi
Rabu, 14 Okt 2026, 15:15 WIBSLEMANâKerja sama antardaerah dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus meredam gejolak harga ketika produksi suatu wilayah mengalami gangguan. Dengan karakteristik pertanian dan letak geografis yang berdekatan, Kabupaten Sleman dan Magelang memperkuat kolaborasi agar kebutuhan komoditas strategis dapat saling dipenuhi.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan gabah dan cabai menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian karena fluktuasi harga dan gangguan musim dapat memengaruhi inflasi di kedua wilayah. Kerja sama diharapkan dapat menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan pangan ketika salah satu daerah mengalami defisit produksi.
âKita ingin membangun hubungan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada transaksi jual beli sesaat, tetapi menciptakan rantai pasokan yang lebih pasti, berkesinambungan, dan saling menguntungkan,â ujar Harda. Kerjasama ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama tentang Urusan Pemerintahan Daerah pada Selasa (13/10/2026).
Menurut Harda, perbedaan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah dapat dimanfaatkan untuk saling melengkapi. Kolaborasi tersebut juga dikembangkan dengan semangat kearifan lokal Gendhon Rukun yang mengedepankan kebersamaan, kerukunan, dan keselarasan.
Kerja sama ekonomi antara pelaku usaha dan kelompok tani kedua daerah sebenarnya telah berjalan sejak 2023. Salah satunya melalui pasokan gabah padi organik dari Gapoktan Sidomulyo Sleman kepada Kelompok Tani Mudi Makmur Magelang serta kerja sama antarsimpul komoditas cabai.
Wakil Bupati Magelang Sahid menilai kedekatan wilayah Sleman dan Magelang menjadi keuntungan dalam membangun rantai pasok pangan. Jarak distribusi yang relatif dekat dapat menekan biaya sekaligus mengurangi risiko kerusakan komoditas.
âKedekatan geografis dan karakteristik agroklimat yang serupa memberikan efisiensi logistik yang luar biasa, terutama dalam meminimalkan biaya transportasi serta risiko kerusakan pangan. Penandatanganan hari ini menjadi komitmen formal sekaligus payung hukum untuk membangun ekosistem rantai pasok yang sehat, adil, transparan, dan berkelanjutan,â jelas Sahid.
Kolaborasi tersebut kini diperluas melalui Kesepakatan Bersama tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah antara Pemkab Sleman dan Pemkab Magelang yang berlaku selama lima tahun. Kesepakatan menjadi payung bagi pengembangan kerja sama lintas sektor yang sebelumnya telah berjalan di tingkat pelaku usaha.
Sahid menekankan kesepakatan tersebut perlu diterjemahkan menjadi program konkret. Perangkat daerah terkait didorong menindaklanjutinya melalui perjanjian kerja sama teknis yang operasional, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kerja sama Sleman-Magelang tidak hanya mencakup pertanian dan ketahanan pangan. Kolaborasi juga dapat dikembangkan pada sektor perdagangan, koperasi dan UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, serta sejumlah urusan pelayanan publik.
Melalui kerja sama lintas wilayah tersebut, potensi masing-masing daerah diharapkan dapat dihubungkan sehingga tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan pengendalian inflasi, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat di kedua kabupaten.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Indonesia Dorong Reformasi PBB Jelang Sekjen Baru
-
Sleman Creative Weeks Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif
-
Darurat Sampah di Jember, TNI, Polri, dan Warga Keroyokan Sulap Sungai Bedadung
-
Tahan Malaysia dengan 10 Pemain, John Herdman Minta GBK Bergemuruh Lawan Bangladesh
-
Ditjenpas Jabar Nyatakan Belum Temukan Fasilitas Khusus bagi Ferdy Sambo di Lapas Cibinong
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.