- Home
-
- Luar Negeri
-
- Harapan Baru di Balik Tira...
Harapan Baru di Balik Tirai Bambu, Populasi Panda Konsisten Meningkat
Kamis, 05 Nov 2026, 15:36 WIBCHENGDU - Populasi panda raksasa dalam penangkaran di Tiongkok telah mencapai 830 ekor, sementara keragaman genetik populasi tersebut terus meningkat, kata seorang pejabat dalam konferensi Global Panda Partners 2026 pada Rabu (4/11).
Dalam acara yang digelar di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya, Wakil Kepala Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China Li Yunqing menyebutkan bahwa pembangunan koridor ekologis telah membantu 13 populasi panda raksasa lokal terhubung kembali menjadi satu metapopulasi, dengan konektivitas habitat yang meningkat secara signifikan.
Menurut Li, lebih dari 150 penampakan panda raksasa dan spesies lain telah terekam di area koridor, dan panda-panda kini sering kali teramati berkeliaran di antara habitat-habitat serta bertemu dengan pasangan potensialnya.
Menyebut bahwa tahun ini menandai 30 tahun kerja sama penelitian ilmiah internasional tentang panda raksasa, Li mengatakan Tiongkok telah bekerja sama dengan 26 institusi di 20 negara, menghasilkan 69 ekor panda raksasa yang hidup di luar negeri dan 73 ekor anak panda yang berhasil dikembangbiakkan, sementara spesies itu telah menarik lebih dari 1 miliar kunjungan di seluruh dunia.
Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa Tiongkok juga terus memperluas penelitian dasar dan terdepan.
Drone, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi baru lainnya diterapkan secara lebih luas, sementara kapasitas dalam hal pemberian pakan, perawatan, dan penyelamatan medis bagi panda raksasa telah meningkat secara signifikan, didukung oleh pencapaian penelitian di bidang genetika, rehabilitasi, dan bidang medis lainnya.
Tiongkok kedepannya akan meningkatkan upaya konservasi panda raksasa melalui langkah-langkah yang lebih kuat dan lebih konkret, termasuk perencanaan spasial taman nasional dan pengendalian penggunaan lahan yang lebih ketat, program perlindungan margasatwa nasional dengan pemantauan dan penelitian penyakit yang ditingkatkan, serta kerja sama global yang lebih mendalam di bidang penelitian dan pertukaran budaya, ujar Li.
Di bawah tema melindungi habitat panda, membangun dunia yang indah, dan berbagi peluang terbuka, acara di Chengdu, yang berlangsung dari Senin (2/11) hingga Rabu (4/11), telah menarik para ahli dan akademisi dari 30 lebih negara dan kawasan untuk membahas konservasi keanekaragaman hayati serta kerja sama pembangunan hijau. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Era Baru Layanan Ritel Otomotif: Ketika Sentuhan Robot Mornine Menyapa Konsumen
-
Putus Rantai Kemiskinan, Bupati Sumbawa Dorong Optimalisasi Sekolah Rakyat
-
Netizen Keluhkan Abu Vulkanik yang Mengotori Sejumlah Layanan Publik di Jakarta
-
Resah Banyak Sampah, Sekelompok Anak Muda Sulut Bersih-bersih Pantai di Bunaken
-
Studi Nobel Ekonomi: Penurunan Angka Kelahiran Justru Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.