Resah Banyak Sampah, Sekelompok Anak Muda Sulut Bersih-bersih Pantai di Bunaken
Selasa, 27 Okt 2026, 09:20 WIBMANADO - Kelompok Muda Pecinta Alam Tindakan Antusias Simpati Alam (KMPA Tansa) bersama Retail modern melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan mangrove di pesisir Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
"Aksi ini difokuskan di Pantai Batu Hitam, Kecamatan Bunaken, Kota Manado," kata Ketua KMPA Tansa Sulut Meikel Pontolondo, di Manado, Selasa.
Dia mengatakan upaya ini dilakukan untuk melindungi ekosistem mangrove dari ancaman sampah plastik yang mengganggu pertumbuhan pohon.
Kegiatan ini, kata dia, juga melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dari Politeknik Negeri Manado. Meikel menjelaskan aksi ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
"Ini adalah bentuk solidaritas yang terjalin antara kami dengan para pihak yang peduli terhadap kelestarian mangrove.
Ia menjelaskan, aksi bersih-bersih dilakukan secara manual menggunakan tangan serta bantuan alat seperti gunting untuk memotong sampah plastik yang tersangkut di dahan mangrove. Kebanyakan sampah tersebut terbawa oleh ombak laut.
"Sebagian besar sampah yang kami temukan adalah plastik. Sampah-sampah ini kemudian dikumpulkan dalam kantong khusus untuk selanjutnya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dalam aksi ini, terkumpul sekitar 25 kilogram sampah plastik," katanya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga ekosistem mangrove di pesisir Manado karena fungsinya yang krusial sebagai benteng alami dari abrasi pantai serta habitat biota laut. Dalam jangka panjang, ekosistem yang sehat juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Branch Manager Alfamidi Manado Markus Nurdianto mengatakan kebanggaannya dapat berkontribusi langsung bagi lingkungan bersama komunitas pecinta alam.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang menjadi investasi jangka panjang untuk lingkungan. Kami berkomitmen untuk terus menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab," kata Markus.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PT Pertamina Bersama DPRD Babel Tinjau Stok Biosolar di SPBU Nibung
-
Jalur Pendakian ke Gunung Kerinci dan Gunung Masurai Kembali Dibuka
-
Riset ITB Ungkap 26.839 Orang Tewas di Jalan pada 2024, ABS Dinilai Bisa Tekan Kematian
-
Urai Mobilitas Masyarakat, Pemerintah Harus Siapkan Transportasi Alternatif
-
Rival Jadi Mitra, Tiongkok-India Ubah Peta Asia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.