Konsistensi Kebijakan, Kunci Ekonomi Vietnam Tumbuh Tinggi
Rabu, 04 Nov 2026, 03:15 WIB» Kepastian arah kebijakan tersebut memberikan ruang bagi investor untuk menyusun perencanaan bisnis jangka panjang.
JAKARTA - Keberhasilan Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi mendekati dua digit seharusnya menjadi pelajaran penting bagi Indonesia dalam mempercepat industrialisasi. Konsistensi kebijakan, agresivitas menarik investasi asing, serta kemampuan pemerintah menerjemahkan perencanaan menjadi tindakan yang menjadi kunci transformasi ekonomi negara tersebut.
Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip), Esther Sri Astuti, menilai pertumbuhan Vietnam tidak semata-mata ditopang variabel ekonomi, tetapi juga sistem politik yang mampu mengubah target pembangunan menjadi tindakan secara cepat dan terukur.
âVietnam tumbuh mendekati dua digit bukan hanya karena variabel ekonominya mendukung, tetapi karena sistem politiknya mampu mengubah target menjadi tindakan dengan kecepatan yang tidak lazim atau bukan business as usual,â kata Esther.
Sejumlah pilar yang menopang efektivitas model pembangunan Vietnam diantaranya ideologi yang mengikat legitimasi pada kinerja, konsolidasi kekuasaan, rantai komando dengan indikator kinerja utama (KPI) terukur hingga ke tingkat provinsi dan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pembagian peran yang jelas antara investasi asing langsung (FDI), swasta domestik, dan BUMN.
Keunggulan lainnya adalah dukungan masyarakat yang relatif muda dan terdidik sehingga memudahkan mobilisasi dalam pelaksanaan agenda pembangunan.
Esther menjelaskan, konsistensi arah pembangunan menjadi fondasi utama pertumbuhan Vietnam. Sejak reformasi ekonomi Äá»i Má»i pada 1986, negara tersebut secara bertahap membuka diri terhadap mekanisme pasar dan perdagangan internasional.
Pemerintah Vietnam secara berkelanjutan mendorong industrialisasi, ekspor, investasi asing, pengembangan sektor swasta, reformasi birokrasi, serta peningkatan kualitas tenaga kerja. Kepastian arah kebijakan tersebut memberikan ruang bagi investor untuk menyusun perencanaan bisnis jangka panjang.
Pertumbuhan ekonomi Vietnam juga tidak hanya bergantung pada ekspor. Peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja turut memperkuat konsumsi domestik, perdagangan ritel, pariwisata, dan sektor jasa. Pada 2025, penjualan ritel Vietnam tumbuh sekitar 9,2 persen secara nominal.
Industri Semikonduktor
Untuk mengejar ketertinggalan industrialisasi, Esther mendorong Indonesia meniru strategi Vietnam dalam mengembangkan industri bernilai tambah tinggi, terutama semikonduktor. Indonesia dinilai tidak perlu langsung membangun fasilitas fabrikasi chip yang membutuhkan investasi sangat besar.
Langkah realistis adalah mengembangkan industri fabless atau desain chip. Strategi tersebut memungkinkan Indonesia masuk ke industri semikonduktor tanpa harus mengeluarkan investasi triliunan rupiah untuk membangun pabrik fabrikasi fisik.
Esther menyebut pengembangan industri semikonduktor nasional harus bertumpu pada empat pilar, yakni penguasaan material, desain chip dan kekayaan intelektual, pengembangan fabrikasi wafer silikon secara bertahap, serta penguatan pengemasan dan pengujian atau Assembly, Testing, and Packaging (ATP).
Indonesia juga perlu mengirim ratusan talenta ke pusat industri global seperti Taiwan, sekaligus memperkuat kolaborasi akademisi dan industri melalui Indonesia Semiconductor Design Center (ICDeC) serta fasilitas desain chip di Indonesia Manufacturing Center (IMC).
Selain itu, kemitraan global perlu diarahkan pada riset dan pengembangan (R&D) serta transfer teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar atau lokasi perakitan.
Di kesempatan lain, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB Suhartoko, mengatakan pertumbuhan ekonomi Vietnam yang mencapai 9,95 persen pada kuartal III-2026 terutama ditopang investasi asing langsung, manufaktur, ekspor, dan investasi publik pada infrastruktur.
Masuknya perusahaan teknologi global seperti Samsung, Foxconn, LG, dan Apple turut memperkuat basis industri Vietnam. Samsung, misalnya, menyumbang sekitar 20 persen dari total ekspor negara tersebut. Pemerintah juga agresif memberikan stimulus fiskal dan mengembangkan sekitar dua juta hektare kawasan ekonomi khusus.
Suhartoko menilai Indonesia memiliki konsep pembangunan yang baik, tetapi masih menghadapi persoalan implementasi.
âKonsep pertumbuhan ekonomi Indonesia memang luar biasa, namun lemah dalam implementasi. Bahkan sering kali keinginan asing berinvestasi terhambat masalah perizinan, keamanan, dan kepastian hukum,â katanya.
Percepatan pertumbuhan ekonomi tegasnya membutuhkan kemampuan pemerintah menjalankan perencanaan industrialisasi secara konsisten.
Jadi Basis Produksi
Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, menilai Indonesia dapat mengambil pelajaran dari konsistensi Vietnam dalam menghubungkan industrialisasi, ekspor, investasi, dan peningkatan daya beli masyarakat.
Menurutnya, pasar domestik Indonesia yang besar harus menjadi modal untuk memperkuat kapasitas produksi nasional. Pengembangan industri perlu didukung kepastian perizinan, ketersediaan energi, efisiensi logistik, serta tenaga kerja terampil.
Pertumbuhan konsumsi katanya harus diikuti penciptaan pekerjaan dan peningkatan pendapatan berkelanjutan. Dengan demikian, aktivitas perdagangan dan jasa dapat berkembang seiring penguatan industri nasional.
Aditya menilai Indonesia perlu memastikan investasi memberikan manfaat lebih luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, keterlibatan usaha nasional, transfer pengetahuan, hingga peningkatan pendapatan masyarakat.
âInvestasi harus dinilai dari pekerjaan yang diciptakan, keterlibatan usaha nasional, transfer pengetahuan, dan peningkatan pendapatan masyarakat. Dengan arah yang konsisten, pasar domestik yang besar bisa menjadi fondasi industrialisasi dan pertumbuhan jangka panjang,â pungkasnya.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pertamina Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM untuk Jaga Kebutuhan Energi Masyarakat.
-
Daftar Lengkap 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 dan Jadwal Pertandingan
-
Bangun Smelter, Hilirisasi RI baru Sampai Tahap Pengolahan Awal
-
Mendagri Tunggu Pengumuman Menko Perekonomian Terkait Penerapan WFH Satu Hari dalam Sepekan
-
BMKG Balikpapan: Waspadai Dampak Pasang Laut Setinggi 2,7–2,9 Meter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.